Harta Disita, Rohadi Ingin Bunuh Diri

MI
14/9/2016 08:35
Harta Disita, Rohadi Ingin Bunuh Diri
(ANTARA/Rosa Panggabean)

PENGACARA terdakwa mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara Rohadi, Alamsyah Hanafiah, mengaku kliennya depresi dengan kasus yang membelitnya. Keinginan untuk bunuh diri belum lenyap.

Berdasarkan penuturan Rohadi kepadanya, yang bersangkutan mulai merasa depresi saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang. Rohadi khawatir hartanya yang bernilai tinggi dirampas negara.

"Salah satu yang menyebabkan trauma ialah dia tidak diberi turunan berita acara penyitaan itu. Aset mana saja yang disita sehingga dia tidak bisa menggunakan aset yang disita dan tidak disita, sekarang tidak punya uang sama sekali," papar Alamsyah seusai pembacaan nota keberatan (eksepsi) terhadap dakwaan jaksa KPK, di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin.

Rohadi diduga memiliki aset dengan nilai cukup fantastis. Ia, antara lain, memiliki rumah sakit dan tanah puluhan hektare di Indramayu, rumah mewah, 17 kendaraan roda empat, dan sejumlah kapal nelayan yang disewakan kepada pihak lain.

Dalam eksepsi, Rohadi yang tertangkap tangan oleh KPK saat menerima suap untuk pengaturan perkara pedangdut Saipul Jamil meminta majelis hakim membatalkan dakwaan KPK dan membebaskan dirinya dari jeruji besi. Ia juga meminta dipindahkan dari rumah tahanan KPK lantai 9 ke rumah tahanan yang baru.

Hal itu disebabkan, saat merasa tertekan, ia tiba-tiba ingin bunuh diri dan terjun dari lantai 9 tempat ia mendekam. Ketua majelis hakim Sumpeno mengaku masih mengkaji dan belum memutuskan permintaan tersebut.

Pada perkara Rohadi, KPK telah melakukan sejumlah penyitaan seperti rumah, mobil ambulans, dan beberapa mobil pribadi. KPK sedang mempelajari rumah sakit milik tersangka, apakah patut untuk ikut disita.

Saat ini KPK masih menyempurnakan berkas perkara pencucian uang dan gratifikasi yang menyertai perkara suap Rohadi. Sebagai panitera, Rohadi mendapatkan gaji sekitar Rp8 juta per bulan. (Nyu/Cah/Mtvn/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya