LAYAKNYA sebuah persidangan. Demikian yang tergambar dalam sesi wawancara calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Sekretariat Negara, Jakarta, kemarin. Sesi seleksi itu terbuka untuk umum. Selain warga dan jurnalis, hadir pula sejumlah aktivis antikorupsi.
Hari pertama seleksi tahap akhir ini diikuti tujuh dari 19 calon pemimpin KPK. Mereka ialah Maman Suherman, Agus Rahardjo, Alexander Marwata, Basaria Panjaitan, Budi Santoso, Chesna Fizetty Anwar, dan Firmansyah TG Satya.
Sebagian dari calon menjawab dengan lugas dan tegas ketika memaparkan visi dan misi. Namun, begitu masuk ke ranah teknis, ada yang menjawab terbata-bata. Itu antara lain terjadi pada Direktur Kepatuhan Bank Standard Chartered, Chesna Fizetty Anwar.
Anggota pansel Yenti Garnasih bertanya undang-undang apa saja yang berkaitan dengan hukum perbankan, tindak pidana pencucian uang, serta kewenangan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Chesna yang notabene bankir menjawab, "Saya lupa kalau yang itu.
"Pada kesempatan lain, anggota pansel Betty Alisjahbana menyinggung domisili Chesna yang berbeda dengan yang tercantum di kartu tanda penduduk. Chesna berdalih ia sudah pindah domisili sejak menikah lagi pada dua tahun lalu.
Pada sesi lain, anggota pansel mewawancarai calon yang berlatar belakang kepolisian, yakni Brigjen Basaria Panjaitan. Basaria merupakan Widyaiswara Madya di Sekolah Staf dan Pimpinan Tingkat Tinggi Polri. Kepada Basaria, pansel banyak bertanya seputar independensi serta komitmennya memberantas korupsi.
Betti mempertanyakan keberanian pimpinan KPK yang berlatar belakang kepolisian ketika menindak oknum koruptor dari institusi asalnya. "Saya yakin bisa, tidak seperti yang Ibu khawatirkan," tegas Basaria.
Pada kesempatan itu, Basaria malah mengkritik KPK. Menurut dia, semestinya KPK fokus pada pengawasan. Adapun untuk penindakan diserahkan saja kepada kepolisian dan kejaksaan. "Saat KPK menjadi penyidik, maka akan bersaing," ujarnya.
Pada kesempatan itu, pansel juga memverifikasi laporan bahwa Agus Rahardjo memiliki aset mencurigakan. Agus mengakui dirinya belum menyerahkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara sejak pensiun dari Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Seusai sesi wawancara, Ketua Pansel Calon Pimpinan KPK Destry Damayanti mengatakan sesi itu tidak cukup waktu untuk memverifikasi banyak hal. "Karena laporannya banyak sekali. Nanti kami akan meminta bantuan PPATK untuk memastikan," ujar Destry.
Seleksi ini akan berlangsung hingga 26 Agustus. Pada 31 Agustus, pansel akan menyerahkan delapan calon terpilih kepada Presiden Joko Widodo untuk dibawa ke DPR. (X-5)