Jokowi Sambut Duterte di Tanah Abang

Rudy Polycarpus
09/9/2016 06:45
Jokowi Sambut Duterte di Tanah Abang
(MI/Galih Pradipta)

PRESIDEN Joko Widodo dijadwalkan akan menyambut kedatangan Presiden Filipina Rodrigo Duterte hari ini di Pasar Tanah Abang, Jakarta, pukul 13.30 WIB. Menurut Seskab Pramono Anung, Presiden akan didampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja 'Ahok' Purnama beserta sejumlah menteri Kabinet Kerja.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menambahkan dalam pertemuan tersebut, Duterte dan Jokowi akan membahas pengamanan di Perairan Sulu dan penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf.

Duterte dan perwakilan pemerintah Indonesia juga amat mungkin akan membahas isu bilateral terkait politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Seperti diketahui, warga Indonesia berulang kali disandera kelompok militan Abu Sayyaf saat melintasi laut Filipina.

Mei lalu, Abu Sayyaf membebaskan 10 anak buah Kapal Brahma 12. Setelah itu, Abu Sayyaf kembali menyandera warga Indonesia. Saat ini, masih ada sembilan warga Indonesia dalam penguasaan Abu Sayyaf.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu pun membenarkan salah satu fokus kunjungan Duterte ialah membahas keamanan jalur laut di perbatasan Indonesia-Filipina. "Akan melanjutkan trilateral (terkait pengamanan laut) yang dulu (dibahas) di Bali," ujar Ryamizard.

Ryamizard menegaskan bahwa rangkaian trilateral akan dilakukan antara menteri pertahanan dari tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Dia mengklaim operasi penumpasan Abu Sayyaf di Filipina Selatan merupakan salah satu kesepakatan ketiga menteri tersebut.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan kapan prosedur pengamanan laut akan dibahas kembali. Pasalnya, prosedur teknis itu akan dibahas panglima angkat-an bersenjata ketiga negara.

Menurut Ryamizard, Indonesia menginginkan adanya patroli bersama serta pembuatan sistem bantuan darurat pada kapal yang mengalami masalah saat pelayaran.

Selain itu, kerja sama informasi intelijen dan pengaktifan komunikasi hotline bagi angkatan bersenjata setiap negara. Urusan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Filipina sudah terjalin sejak 1949.

Indonesia dan Filipina beker-ja sama mengeksplorasi cara-cara memerangi terorisme dan bentuk-bentuk kejahatan transnasional lain yang mengancam perbatasan mereka dan secara lebih luas di Asia Tenggara.

Maret 2011, para pemimpin dari kedua negara sepakat untuk menandatangani nota kese-pahaman untuk meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, pertahanan, perbatasan, perlindungan pekerja migran, pendidikan, dan olahraga. Beberapa kerja sama ini diharapkan akan terus dilaksanakan.(Pol/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya