Kembali ke Upaya Pembangunan Karakter Bangsa

MI/Anshar Dwi Wibowo
23/8/2015 00:00
Kembali ke Upaya Pembangunan Karakter Bangsa
(MI/ADAM DWI)
INDONESIA harus kembali pada prinsip pembangunan karakter bangsa untuk melahirkan pemimpin dengan etos kerja keras dan bermental unggul. Kondisi demografi yang dianugerahi kelompok muda mesti dimanfaatkan secara optimal.

"Bagaimanapun, kita mesti balik ke national character building. Pembesaran mental-mental unggul," ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Prananda Surya Paloh di Auditorium DPP Partai NasDem, Jakarta, kemarin.

Ia mengatakan itu seusai acara Dialog Khusus Refleksi Hari Kemerdekaan RI 'Memaknai Ulang Kemerdekaan Indonesia'. Dalam acara itu, turut hadir Ketua Dewan Pimpinan Pusat NasDem Bidang Hukum Advokasi dan HAM Taufik Basari serta Budayawan Eros Djarot. Menurut Prananda, prinsip pembangunan karakter bangsa dapat dijalankan melalui dunia pendidikan.

Ia berharap pelajaran budi pekerti bisa kembali dihidupkan. "Sebetulnya apa yang salah dengan itu, kan mempertahankan nilai-nilai luhur, kebudipekertian, dan sebagainya," tuturnya.

Selain itu, Prananda menuturkan, perlu dilakukan perubahan dalam sistem perpolitikan nasional. Ia mendukung penyederhanaan partai dan efisiensi sistem penyelenggaraan pemilihan umum melalui pemanfaatan teknologi informasi.

"Salah satu contohnya, pemilu, penghamburan dana besar dalam pemilu harus bisa dihentikan. Bagaimana memurahkan dengan teknologi. Di scanning digital semua, kecurangan pasti tidak bisa," lanjutnya.

Semangat perbaikan

Sementara itu, Taufik Basari mengatakan, national cha-racter building merupakan upaya yang diapungkan Bapak Bangsa setelah Indonesia lepas dari penjajah. Soekarno ingin Rakyat Indonesia terus diperkuat agar tidak menjadi bangsa pengemis bahkan pengemis di antara bangsa-bangsa.

"Refleksi kemerdekaan ke-70 Indonesia dapat dikaitkan dengan restorasi. Kita harus punya pedoman seperti pendiri bangsa ketika mendirikan Indonesia, apa semangat dan cita-citanya," tutur pria yang dikenal sebagai aktivis antikorupsi tersebut.

Lebih jauh ia menuturkan, dalam mengisi kemerdekaan, Partai NasDem hadir dan mengusung semangat restorasi.

"Partai NasDem didirikan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Caranya dengan meng-usung semangat restorasi di era kemerdekaan sekarang ini," cetus dia.

Menurut penerima beasiswa Fulbright itu, semangat restorasi sejalan dengan konstitusi yang melekat dalam sebuah kontrak sosial dan kesadaran perbedaan demi mendorong semangat hidup dalam kebersamaan. Di sisi lain, budayawan Eros Djarot mengingatkan para pemangku kepentingan agar jangan terjebak pada jargon-jargon 'membangun Indonesia yang lebih baik'. Pria yang pernah berkecimpung di dunia politik itu mendesak agar para politikus bertindak secara nyata.

"Jangan sekadar jargon. Mana mungkin menciptakan masyarakat Pancasila kalau dasarnya liberal dan kapitalis. Sudah ditulis dengan jelas di UUD 1945 pada pembukaan. Jadi, berhentilah berjargon, kembali ke rasional yang inte-lektual," tuturnya. (Nov/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya