Jokowi Serukan Penguatan Ekonomi ASEAN

07/9/2016 09:30
Jokowi Serukan Penguatan Ekonomi ASEAN
(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

PRESIDEN Joko Widodo menyerukan penguatan kerja sama ekonomi negara-negara anggota ASEAN agar kawasan semakin tangguh di era keterbukaan dan persaingan.

Jokowi menegaskan hal itu di hadapan sejumlah pemimpin negara ASEAN dalam Sidang Pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-28 ASEAN dan ke-29 terkait ASEAN di National Convention Center, Vientiane, Laos, Selasa (6/9). Setidaknya, menurut Jokowi, terdapat tiga hal yang harus dipastikan masyarakat ASEAN. Pertama memastikan kerja sama ekonomi yang dapat dinikmati masyarakat ASEAN secara merata. "Kesenjangan pembangunan di antara negara anggota ASEAN harus semakin diperkecil," tegasnya.

Kedua, Presiden meminta ASEAN untuk memastikan keterlibatan dan kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengembangan teknologi dan inovasi serta perluasan akses keuangan dan pasar. "Jika rakyat ASEAN tidak merasakan manfaat keberadaan ASEAN, akan sulit bagi ASEAN untuk tumbuh berkembang secara berkelanjutan," kata Jokowi.

Ketiga, ASEAN harus menjadi organisasi yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat mereka. Misalnya soal pekerja migran ASEAN yang merupakan representasi nyata dari masyarakat ASEAN harus dilindungi. "ASEAN harus memastikan bahwa hak-hak pekerja dan keluarganya dilindungi dengan baik," katanya.

Selain kerja sama ekonomi, Jokowi menegaskan pentingnya kesatuan dan stabilitas ASEAN selama ini.

Dalam forum ke-14 ASEAN Political Security-Community Council yang juga digelar di Vientiane, Laos, Menko Polhukam Wiranto meminta kepada seluruh negara di kawasan ASEAN untuk mempererat kerja sama dalam memberantas peredaran gelap narkotika.

Peredaran narkoba yang merupakan ancaman serius terhadap generasi anak bangsa harus diatasi secara bersama. "Indonesia, seperti banyak negara lain di kawasan, telah mengalami peningkatan perdagangan gelap narkoba melalui laut," ujar Wiranto dalam pidatonya.

Di Jakarta, Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Kepresidenan Bey Machmudin menjelaskan seusai KTT ASEAN, Presiden Joko Widodo beserta pimpinan negara ASEAN lainnya diagendakan menandatangani dokumen The ASEAN Declaration on One ASEAN, One Response: ASEAN Responding to Disasters as One in the Region and Outside the Region. Setelahnya, Presiden langsung menghadiri ASEAN Leaders' Interface with Representatives of ASEAN Inter-Parliamentary Assembly dengan didampingi Menlu Retno Marsudi. (Gol/Pol/Ant/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya