Kapolri Enggan Ungkap Tiga Aparat Terkait Freddy

Budi Ernanto
02/9/2016 08:10
Kapolri Enggan Ungkap Tiga Aparat Terkait Freddy
(ANTARA/Sigid Kurniawan)

SEBANYAK tiga nama anggota aparat sempat disebut gembong narkoba yang telah dieksekusi mati Freddy Budiman, dalam video testimoni milik Kementerian Hukum dan HAM. Kapolri Jenderal Tito Karnavian enggan mengungkap nama-nama itu.

"Tapi, tidak bisa saya sebutkan nama-nama itu," tegas Tito di Mabes Polri, Jakarta, kemarin (Kamis, 1/9), seperti dikutip Metrotvnews.com.

Tito beralasan agar pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada Tim Independen Gabungan Pencari Fakta lebih dulu melakukan investigasi terhadap ketiga anggota tersebut. Bila nama ketiga anggota tersebut sampai ke telinga publik dikhawatirkan situasi berubah menjadi ajang tuduh.

"Kalau kita buka ke publik, media telanjur menuduh sesuatu, sedangkan Tim Independen terlambat di belakang. Biarkan tim investigasi ini mengambil langkah yang lebih cepat daripada media," bebernya.

Dalam kesempatan itu, Tito kembali menegaskan bahwa nama yang disebut Freddy tidak berkaitan dengan aliran uang ke kantong pejabat Polri. Tito mengatakan, anggota tersebut hanya mengetahui kegiatan Freddy.

"Ada nama polisi yang disebut dianggap tahu kegiatan, tahunya tahu apa?" tanya Tito. Hal itu pun tengah ditelusuri.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan rekaman CCTV terkait Freddy Budiman yang diperoleh BNN hanya memperlihatkan keseharian petugas LP Nusakambangan dan kunjungan para pembesuk. Jenderal bintang tiga itu pun memastikan tidak ada aparat BNN yang tampak dalam rekaman tersebut.

"Dari rekaman itu tidak menunjukkan orang yang ada kaitan dengan apa yang diinformasikan selama ini. Yang dituduh kan orang BNN, tapi tidak ada," kata Budi di Gedung BNN, Rabu (31/8).

Namun, upaya yang dilakukan BNN dinyatakan Budi tidak hanya bergantung dengan rekaman CCTV. Tim Independen juga me-nindaklanjuti nama-nama yang disampaikan Koordinator Kontras Haris Azhar, orang yang menyebarluaskan pengakuan Freddy.

"Kerja sama dengan Pak Haris sendiri masih terus berlanjut karena kami serius menangani itu untuk mendapat kebenaran. Kalau ada oknum, apa buktinya. Siapa saja saksinya, bentuk suap-nya apa? Supaya jangan katanya saja," kata Budi.

Tim telah menemui mantan Kepala LP Nusa Kambangan Liberty Sitinjak di Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Nusa Tenggara Timur, awal pekan ini. Sitinjak memberikan konfirmasi tentang pertemuan Freddy dan Haris yang turut ia saksikan, tetapi menolak menyampaikan seluruh isi pertemuan. (Beo/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya