Jokowi Minta Ratu Maxima Bantu Inklusi Keuangan

MI
02/9/2016 07:40
Jokowi Minta Ratu Maxima Bantu Inklusi Keuangan
(Setpres)

PRESIDEN Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan dari Ratu Maxima dari Belanda di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (Kamis, 1/9). Maxima datang ke Indonesia sebagai Penasihat Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Keuangan Inklusif bagi Pembangunan.

Hampir 1 jam Presiden Jokowi dan Ratu Maxima berbincang di sofa yang berada di teras belakang Istana Merdeka atau yang lebih dikenal dengan sebutan 'Veranda Talk'. Kunjungan Maxima ke Indonesia merupakan tindak lanjut dari lawatan yang dilakukan Presiden Jokowi ke 'Negeri Kincir Angin', 22 April lalu.

Presiden Jokowi dan Ratu Maxima terlihat saling melepas tawa kecil dan senyuman. Perbincangan keduanya tampak akrab. "Saya minta beliau bisa koordinasi, baik di UN (PBB) maupun di World Bank, juga di yayasan besar. Saya minta agar bisa didorong untuk mengembangkan inklusi keuangan kita agar bisa lebih cepat," terang Presiden.

Jokowi menambahkan, selama di Jakarta, kemarin, Ratu Maxima melihat sendiri tabungan pelajar dan implementasi penerapan warung-e yang sudah berjalan di Indonesia. "Karena sudah saya ceritakan sebelumnya sewaktu di Belanda, dicek di lapangan seperti apa."

Presiden Jokowi bersama Ratu Maxima juga mendiskusikan perihal usaha-usaha yang diperlukan agar para pelaku usaha kecil seperti petani dan nelayan dapat memiliki akses pelayanan perbankan nasional.

Terkait dengan potensi yang dimiliki anak-anak muda Indonesia yang berinovasi di bidang teknologi keuangan, Presiden menerangkan bahwa PBB melalui Ratu Maxima berkomitmen membantu pengembangan mereka.

"Beliau sudah memilih dua orang untuk diberi bantuan yang berkaitan dengan pengembangan keuangannya sehingga bisa mempercepat fintech di Indonesia," tutur Jokowi.

Ratu Maxima pun melihat langsung program inklusi keuangan yang telah berjalan. Saat menghadiri Indonesia Fintech Festival and Conference (IFFC) 2016 di BSD City, Tangsel, ia menyambut baik langkah pemerintah Indonesia untuk mempercepat inklusi keuangannya.

Menurutnya, teknologi yang berkembang pesat di era ini menjadikan banyak orang terkoneksi, termasuk mereka yang membutuhkan layanan keuangan. Menggunakan alat digital untuk membuka potensi pertumbuhan ekonomi di Indonesia merupakan salah satu strategi dari inklusi keuangan. (Nov/Arv/X-9)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya