Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TERBONGKARNYA kasus prostitusi dalam jejaring (daring) dengan korban 99 anak laki-laki untuk kaum gay di Puncak, Cianjur, Jawa Barat oleh Bareskrim Polri, Rabu (31/8), ibarat puncak gunung es.
Betapa tidak? Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) memperkirakan ada sekitar 3.000 anak terdeteksi menjadi korban jaringan prostitusi tersebut di beberapa daerah.
Menurut Menteri PPPA Yohana S Yembise, salah satu faktor pemicu yang menyeret para korban ialah maraknya penggunaan media sosial secara berlebihan.
"Kami masih menyelidiki wilayah paling potensial. Temuan Bareskrim membuktikan jaringan (prostitusi de-ngan korban anak laki-laki) itu ada," kata Yohana kepada Media Indonesia, kemarin (Kamis, 1/9).
Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA Pribudiarta Nur Sitepu secara tersirat menambahkan wilayah pariwisata menjadi lokasi sebaran 3.000-an anak laki-laki korban prostitusi daring. "Kami hanya mendeteksi, tetapi kalau data kepolisian sudah P21."
Sekretaris Kementerian PPPA Wahyu Hartomo meng-akui sindikat prostitusi daring bukan hanya ada di Puncak, melainkan juga di Jakarta dan Bali. "Terutama di daerah miskin. Ada sebuah sekolah keterampilan untuk anak-anak. Setiap Sabtu atau Minggu atau ketika ada orang asing datang, ada anak tidak masuk. Setelah diselidiki ternyata anak-anak itu dibawa orang asing. Orangtua anak-anak tersebut dibelikan sepeda motor."
Di sisi lain, Kementerian Sosial akan melakukan terapi sosial dan psikologis terhadap anak korban prostitusi daring di Puncak di Rumah Perlin-dungan Sosial Anak (RPSA) dan safe house milik kementerian.
"Setelah dicek medis, semua korban kami rehabilitasi tergantung hasil komunikasi de ngan korban. Selain untuk memulihkan kondisi mental me-reka, terapi juga untuk mencegah agar korban tidak menjadi pelaku di kemudian hari," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.
Kemarin, petugas Bareskrim Polri kembali menangkap U dan E terkait kasus prostitusi daring di Puncak. Sebelumnya, polisi terlebih dulu menangkap AR pada Rabu (31/8).
"Sama seperti AR, U juga mengeksploitasi anak," ungkap Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya. (Put/Ire/Ind/Mal/DD/BB/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved