Proyek 7 Ikon Parlemen Diduga Siluman

Wib/Nur/X-10
16/8/2015 00:00
Proyek 7 Ikon Parlemen Diduga Siluman
Johnny G Plate, Fraksi NasDem(MI/SUSANTO)

PEMERINTAH belum membahas ataupun menyetujui proyek tujuh ikon parlemen di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta. Karena itu, Presiden Joko Widodo menolak penandatanganan prasasti pembangunan proyek meski telah diminta Ketua DPR Setya Novanto dalam pidato pembukaan masa Sidang I DPR, Jumat (14/8).

"Prasasti itu ditandatangani kalau telah dibuat, bukan sebelum dibuat. Inikan baru rencana masak mau teken apa?" tegas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.

JK mengatakan perencanaan proyek pembangunan DPR harus ada alokasi anggaran yang mendapat persetujuan bersama antara pemerintah dan DPR. Namun, hingga saat ini belum ada anggaran dan persetujuan. Oleh karena itu, proyek tersebut masih perlu dikaji.

Selain belum dibahas bersama pemerintah, sejumlah anggota DPR juga mengaku belum mengetahui rencana pembangunan tujuh proyek tersebut.

"Belum pernah dibahas bersama fraksi, di rapat pengganti bamus juga tidak disinggung, mungkin karena hanya protokoler, atau dibicarakan pada saat reses, yakni kami masih di dapil masing-masing," ujar Fraksi NasDem Johnny G Plate kepada Media Indonesia, kemarin.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini juga mengatakan pihaknya tidak mengetahui penandatanganan prasasti museum. Bahkan, kata dia, tidak ada pemberitahuan bahwa Jokowi akan menandatangani prasasti museum tersebut.

Sekretaris Fraksi Hanura Dadang Rusdiana juga mengatakan, "Saya sebagai pimpinan fraksi tidak tahu, tidak dikabari dan tidak diundang." Bahkan, kata dia, di dalam agenda DPR pun tidak dijelaskan.

Melihat ada upaya menggiring Presiden untuk menandatangani prasasti proyek yang belum jelas ini, pengamat parlemen dari Formappi Lucius Karus mencurigai itu merupakan strategi DPR untuk meloloskan proyek siluman.

"Sikap tergesa-gesa itu patut dipertanyakan. Jangan-jangan pihak DPR sudah telanjur memastikan banyak hal dengan pihak luar atau pengerjaan proyek sehingga pembangunan suka atau tidak, setuju atau tidak, harus sudah mulai sekarang. Jangan-jangan ada transaksi yang sudah terjadi?" ujar Lucius di Jakarta, kemarin.

Ia menilai apa yang dilakukan oleh Jokowi sudah tepat dengan tidak tergesa-gesa untuk membubuhkan tanda tangan.

"Untung saja Presiden Jokowi tidak pikun meski memenuhi undangan berkunjung ke museum DPR."



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya