Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG remaja berusia 18 tahun berinisial IAH melakukan percobaan bom bunuh diri di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr. Mansur, Medan, Sumatra Utara, sekitar pukul 08.00 WIB. Upaya itu terjadi saat misa sedang berlangsung.
"Pelaku berdiri di antara jemaat dan sempat terlihat benda melilit yang mirip bom. Pelaku mengejar Pastor Albert Pandiangan yang sedang berkhotbah," kata seorang jemaat, Jimi, saat ditemui di lokasi kejadian.
Jimi mengaku sempat mendengar ledakan kecil saat pelaku menyambungkan kabel sebelum berlari menuju altar dan mengejar pastor dengan sebilah pisau.
Aksi itu dapat digagalkan. Namun, sang pastor mengalami luka ringan di bagian lengan kiri. "Aksinya digagalkan seorang jemaat dengan cara menjegal kaki si pelaku," ujar jemaat lain bernama Clara Siti.
Tim Gegana Polda Sumatra Utara kemudian datang ke lokasi untuk menjinakkan bom yang belum sempat diledakkan. Pelaku teror langsung ditangkap untuk kemudian menjalani pemeriksaan di Polda Sumatra Utara.
Polisi selanjutnya bergerak untuk mencari bahan-bahan pembuatan bom ke rumah pelaku di Jalan Setia Budi, Gang Sehati, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.
Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Sumatra Utara Kombes Nurfalah mengatakan pihaknya masih mendalami motif pelaku. Dari keterangan sementara, tersangka mengaku diiming-imingi bayaran oleh seseorang.
Hal senada disampaikan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius. "Motif masih terus digali. Apalagi, usia pelaku masih belia," ujar Suhardi.
Anggota Komisi Hukum dan HAM Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Weinata Sairin menyatakan pemerintah harus menjamin semua umat beragama dapat beribadah dengan baik.
"Pengeboman terhadap umat yang sedang beribadah merupakan wujud pelecehan agama yang bertentangan secara diametral dengan keluhuran ajaran agama dan pengingkaran terhadap Pancasila dan UUD 1945," kata Weinata.
Masih trauma
Di kantor pastoral Keuskupan Agung Medan yang juga menjadi kediamannya sehari-hari, Pastor Albert mengaku trauma dengan peristiwa yang hampir merenggut nyawanya itu.
"Saya masih trauma. Dia (pelaku) mencoba membunuh saya. Saya tidak tahu apa kesalahan saya," ujar pastor yang baru saja menjalani operasi di kaki lantaran penyakit diabetes tersebut.
Saat ditemui seusai menengok Pastor Albert, Komandan Kodim Medan Kolonel Inf Maulana Ridwan berharap para jemaat gereja tidak terprovokasi. Kapolresta Medan Kombes Mardiaz Kusin Dwihananto juga menyampaikan harapan serupa kepada masyarakat.
Sementara itu, Ketua Departemen Kriminologi Universitas Indonesia Kemal Darmawan menegaskan anak dan remaja rentan dipengaruhi paham teroris. Keluarga harus menjadi benteng pencegahan terorisme.
"Peran keluarga sangat vital dalam melindungi anak-anak dari terorisme. Mereka tak mungkin menyelami ideologi itu sendirian. Ada bujukan dan doktrin yang sengaja disebar," katanya di Jakarta.(Jay/Ant/YN/P-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved