Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh elemen negara, khususnya lembaga-lembaga negara, bersatu padu dan tidak terjebak pada ego masing-masing. Semua pihak harus bersama-sama memperkuat kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian dalam kebudayaan (Trisakti).
"Sebagai negara berdaulat, kita harus menyadari bahwa sejatinya kita saat ini sedang perang. Bukan perang fisik seperti yang dilakukan oleh para pahlawan dan pejuang kemerdekaan, melainkan perang untuk memenangi perdamaian, kesejahteraan, dan kehidupan rakyat yang bahagia," tegas Jokowi dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR 2015 di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, kemarin.
Lebih lanjut, kata Jokowi, Trisakti harus menjadi strategi utama dalam membendung upaya-upaya untuk merongrong kedaulatan, kesejahteraan, dan karakter bangsa Indonesia.
Modal sosial dan ekonomi yang dimiliki bangsa Indonesia harus dimanfaatkan optimal untuk kepantingan rakyat.
"Dengan kerja keras, optimisme, dan mengubah sikap konsumtif menjadi produktif, kita akan bermartabat di antara bangsa di dunia. Tentu dukungan seluruh rakyat Indonesia sangat ditentukan oleh kinerja dan kekompakan lembaga-lembaga negara. Kekompakan tersebut juga akan memperkuat sistem presidensial sehingga pemerintahan menjadi stabil," pungkasnya.
Sidang tahunan yang dibuka Ketua MPR Zulkifli Hasan itu dihadiri 470 anggota MPR.
Hadir pula sejumlah tokoh nasional, antara lain Presiden Ke-3 RI BJ Habibie, Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Hamzah Haz, dan Boediono.
Juga hadir Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan Karlina Umar Wirahadikusumah.
Presiden Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono tidak hadir.
Gambaran objektif
Surya Paloh menilai pidato kenegaraan Jokowi merupakan gambaran objektif situasi di masyarakat saat ini yang berjalan tidak sehat.
"Spirit nasionalisme kebangsaan kita menyambut 70 tahun sudah jelas dikatakan, bagaimana demoralisasi perlu digarisbawahi, interaksi sosial tidak sehat, kearifan, courtesy tidak ada lagi, penghormatan nilai dikesampingkan," tegas Surya.
Oleh karena itu, kata Surya, Partai NasDem mengajak bangsa Indonesia mendukung gerakan perubahan bangsa ke arah yang lebih baik. Imbauan itu sejalan dengan keinginan Presiden yang menggaungkan kembali gerakan revolusi mental.
Surya juga setuju dengan pendapat Presiden bahwa lembaga-lembaga negara harus menjaga kewibawaan agar dapat menjalankan tugas negara degan baik. Hal itu penting karena tidak mungkin lembaga kepresidenan bekerja sendiri, tidak ditopang lembaga lainnya.
"Penguatan kelembagaan merupakan suatu kesatuan. Kalau mau melahirkan pemerintah yang kuat, ada transparansi dan pengawasan," pungkasnya.
Mengenai sindiran Presiden tentang kontribusi media massa yang lebih kerap mengejar rating ketimbang memandu publik untuk meneguhkan nilai-nilai keutamaan dan budaya kerja produktif, Surya mengakuinya.
"Saya pikir ini tidak salah dan menurut saya benar."
Ketua F-PKS DPR, Jazuli Juwaini, juga mengapresiasi pidato Presiden. Ia menilai Jokowi secara jujur mengungkapkan keadaan sesungguhnya.
"Pidato Presiden bagus, paling tidak beliau jujur mengangkat permasalahan yang dihadapi bangsa setelah 70 tahun merdeka," ucapnya.
(Nur/Wib/P-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved