EKONOM Rizal Ramli selama ini cukup kritis terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Namun demikian, mantan Menko Ekuin di masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri itu justru ditarik Presiden Jokowi untuk memperkuat barisan Kabinet Kerja.
Posisinya pun sangat strategis, yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman.
Staf ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan sejak lama sosok Rizal Ramli dikenal sebagai pribadi yang kritis.
"Saya pikir Rizal dari dulu selalu kritis. Tapi tidak apa-apa, yang baik kita terima yang tidak baik kita tinggalkan," kata Sofjan di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.
Menurutnya, masuknya Rizal ke pemerintah justru menjadi pembuktian bahwa ia bisa berbuat banyak untuk negara dan tidak hanya bisa mengkritik dari luar.
"Di dalam dia buktikan apa yang dia bisa. Selesaikan dulu, dia pengalaman cukup banyak dan berkenalan juga dengan macam-macam," ujar Sofjan.
Lebih lanjut, Sofjan mengatakan pergantian posisi Menko Bidang Kemaritiman dari Indroyono Soesilo kepada Rizal sudah dipertimbangkan masak oleh Presiden Jokowi. Saat ini, waktunya membuktikan bagi pejabat yang ditunjuk untuk menjalankan tugas masing-masing.
"Kalau enggak kan Pak Jokowi hanya ganti setiap saat menterinya. Makanya
saya enggak terlalu khawatir, kalau dia memang enggak bisa, kan beliau akan ganti lagi. Cuma mesti kasih kesempatan dululah," katanya.
Lalu, apa kata Rizal terkait penunjukan dirinya sebagai pembantu Presiden Jokowi?
Ia mengaku tidak kuasa untuk menolak bujukan Presiden Jokowi untuk menggantikan Indroyono sebagai Menko Kemaritiman.
"Zaman dulu saya juga nolak, tapi karena Presiden Jokowi sungguh sungguh, saya tak kuat. Saya lemas dan memutuskan untuk menerima," ucapnya seusai acara pelantikan di Istana Negara, kemarin.
Semula Rizal mengaku ragu-ragu, tapi beberapa kali kesempatan diajak diskusi Presiden, ia pun terharu dan menyatakan bersedia bergabung di Kabinet Kerja.
"Saya sebetulnya ragu-ragu mau terima, tapi saya terharu dengan cara Presiden Jokowi meminta saya untuk gabung. Bahkan dia bilang yang minta bukan Jokowi, tapi rakyat Indonesia," ungkapnya.
Terkait kinerja ke depan, Rizal menyatakan akan memperbaiki infrastruktur dan investasi, terutama di luar Jawa.
Menurut dia, kementerian yang dipimpinya lebih cocok bernama Kemenko
Kemaritiman dan Sumber Daya karena membawahkan ESDM, KKP, Perhubungan, dan Pariwisata.