PKS Lakukan Pembenahan

Nur Aivanni
12/8/2015 00:00
PKS Lakukan Pembenahan
Sohibul Iman, Presiden Partai Keadilan Sejahtera(ANTARA/Rosa Panggabean)

PRESIDEN Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman menegaskan untuk memperbaiki citra setelah ada kader yang tersangkut korupsi, PKS akan melakukan beberapa langkah perbaikan.

"Kami akan mempersiapkan calon pejabat publik secara baik. Mereka harus memahami tugas dan fungsi pejabat publik. Aturan mainnya seperti apa. Kalau nggak, bisa terjebak. Kita juga akan membekali mereka secara kepribadian dan spiritualitas," paparnya di Kantor DPP PKS, Jakarta, kemarin.

Dalam hal tujuan organisasi, Sohibul mengatakan akan fokus memperluas basis konstituen PKS untuk meningkatkan jumlah suara partainya di Pemilu 2019.

"Kami akan melakukan perluasan basis konstituen dengan pengukuhan di internal PKS dan pelebaran sayap partai," katanya, kemarin.

Dia mengatakan konsolidasi internal tetap dilakukannya, tetapi sifatnya tidak terlalu intens seperti pasca kejadian tertangkapnya mantan Presiden PKS Luthfie Hasan Ishaq.

Dia mengatakan PKS sebagai entitas parpol akan berupaya dengan seluruh elemen dalam masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Sohibul menegaskan PKS sejak awal sebagai partai kader dan dakwah terus melakukan upaya mengaktualisasikan partai dakwah dalam konteks Indonesia.

Sohibul terpilih menjadi Presiden PKS menggantikan Anis Matta. Ia terpilih berdasarkan keputusan Musyawarah Majelis Syura PKS masa khidmah 2015-2020.

Musyawarah majelis syura itu dipimpin Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri dan Hidayat Nur Wahid memegang jabatan sebagai Wakil Ketua Majelis Syura PKS periode 2015-2020.

Autokritik

Pengamat politik Fachry Ali menyampaikan pergeseran kepemimpinan di Partai Keadilan Sejahtera merupakan bentuk autokritik dari kader PKS.

Ia mengakui memang terdapat pergolakan di dalam tubuh PKS dengan adanya beberapa kasus korupsi yang menimpa PKS selama ini. Ia pun mengatakan susunan baru struktur inti tersebut merupakan langkah penting bagi PKS. Selain itu, kata dia, PKS jangan mempunyai ambisi kekuasaan. Pasalnya, sekali berkuasa, mereka akan terjerembap.

"Dulu presidennya kena, sekarang Gubernur Sumut. Itu hanya karena ingin mempertahankan kekuasaan," kata dia.

Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Herianto mengatakan terpilihnya Sohibul Iman sebagai Presiden PKS dengan disertai struktur inti PKS lainnya merupakan upaya PKS untuk melakukan pemosisian ulang (repositioning).

Ia juga mengingatkan langkah terberat yang harus dilakukan PKS ialah kembali ke khitah (tujuan awal).

"Saya melihat pertama langkah terberat PKS bagaimana memastikan partai ini kembali ke khitah, sebagai partai dakwah. Beberapa periode, PKS kehilangan nilai keberbedaannya dari partai-partai lain," ujarnya.

Ia menyampaikan kekuatan PKS ada pada kader. Namun, lambat laun PKS berorientasi pada konsensus dan kesepakatan politik sehingga terjerat pada pragmatisme politik.

(Ant/DG/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya