Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUGAAN adanya dana Rp90 miliar yang mengalir ke pejabat Polri seperti disebut-sebut oleh gembong narkoba yang telah dieksekusi, Freddy Budiman, kepada Koordinator Kontras Haris Azhar dinyatakan belum terkonfirmasi.
"Berkaitan aliran dana Rp90 miliar dari Freddy Budiman belum ada faktanya," ujar Ketua Tim Independen Komjen Dwi Priyatno, kemarin (Minggu, 21/8), saat ditanyai ihwal hasil pertemuan antara Tim Independen dan adik Freddy, Latief alias Johny Suherman Latief.
Sejak dibentuk pada 8 Agustus lalu, tim yang juga terdiri atas anggota Kompolnas sekaligus pegiat HAM Poengky Indarti, pakar komunikasi politik UI Effendi Ghazali, serta Hendardi dari Setara Institute ini baru bisa menyimpulkan bahwa pertemuan antara Haris dan Freddy benar adanya.
Hingga kini, tim masih harus mengumpulkan sejumlah kesaksian dan data yang berkaitan dengan curhatan Freddy. Data dan kesaksian ini oleh tim akan dikonfirmasi dan ditelusuri lebih jauh dahulu sebelum akhirnya disampaikan kepada publik.
Namun, Dwi Priyatno mengatakan belum menemukan fakta terkait aliran dana Rp90 miliar dari Freddy kepada pejabat Polri, termasuk dari pertemuan yang dilakukan timnya dengan adik Freddy, Latief atau Johny Suherman.
Meski belum ada titik terang terkait kebenaran ucapan Freddy, Tim Independen telah mengonfirmasi bahwa pertemuan antara Freddy dan Haris berlangsung pada masa Pemilu 2014 di LP Nusakambangan, Cilacap, Jateng. Dalam pertemuan itu, Harris didampingi Kepala LP Liberti Sitinjak, John Kei, Pendeta Andreas, serta Yani yang turut berada di dalam ruangan.
Menurut salah satu anggota Tim Independen Effendi Ghazali, semua saksi membenarkan bahwa pertemuan itu pernah terjadi. Hingga kini, dari empat saksi yang berada di ruangan, baru John Kei dan Pendeta Andreas yang telah dimintai keterangan terkait pertemuan itu. Keduanya mengonfirmasi bahwa percakapan tersebut sesuai dengan informasi yang viral di dunia maya.
Di lain sisi, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan pihaknya dan penyidik kini masih menelaah konstruksi kasusnya.
Penyidik, kata Agung, sudah memiliki pegangan untuk melakukan penelusuran aliran dana jaringan Freddy. Data itu didapat dari PPATK, tetapi baru sebagian yang sedang ditelaah mengingat setiap jaringan narkoba tidak pasti saling terhubung.
Kepala Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Golkar Pangarso pun menjelaskan surat perintah dimulainya penyidikan untuk kasus itu belum diserahkan ke kejaksaan karena belum ada tersangka. Namun, status kasusnya sudah sampai tahap penyidikan.(Beo/X-7)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved