Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUGAAN korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman sudah diyakini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa dibongkar setelah mengantongi beberapa alat bukti dan bukti petunjuk berdasarkan pengembangan dari perkara suap Panitera PN Jakarta Pusat, Edy Nasution.
Meski demikian, KPK tidak ingin terburu-buru menaikan perkara itu ke penyidikan sebab harus dibangun dengan konstruksi bukti yang kuat mengingat Nurhadi memiliki kemampuan lebih dibanding tersangka lain.
"(Ragu mentersangkakan Nurhadi?) Ya tiddak ragu-ragu. Tetapi kita ingin memperkuat alat-alat bukti yang sekiranya bisa kami kumpulkan," tegas Ketua KPK Agus Rahardjo di sela menghadiri acara temu media bertajuk jurnalis lawan korupsi di Sukabumi, Sabtu (20/8).
Agus menegaskan kembali bahwa upaya KPK dalam menyelidiki dugaan tindak pidana luar biasa Nurhadi harus kuat. Hal itu untuk mengantisipasi pembelaan dan langkah yang nantinya diambil Nurhadi apabila KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka.
Ia menyatakan Nurhadi memiliki riwayat pengetahuan hukum yang kuat sehingga KPK tidak ingin pembangunan perkara yang sudah lama dilakukan hancur begitu saja diterjang kekalahan dalam proses persidangan.
"Jadi kita kan tidak ingin kalah dalam persidangan. Oleh karena itu harus kuat betul, bilang kita mau bawa itu (ke penyidikan dan menetapkannya sebagai tersangka). Apalagi kita mengetahui beliau itu orang yang sangat tahu hukum," paparnya.
Menurutnya, KPK juga sudah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk bisa membantu mengungkap dugaan korupsi ini. Itu dengan meminta kepolisian untuk memberikan izin memeriksa 4 ajudan Nurhadi yang merupakan anggota brimob.
"Itu sudah diserahkan ke kami. Nanti penyidik kami mau memeriksa kapan, segera dikirim," katanya.
Agus mengaku keterangan ajudan Nurhadi itu akan dibutuhkan nanti dalam perjalanan pengembangan perkara tersebut. KPK saat ini konsentrasi pada perkara pokok yang sudah berlangsung ditangani dalam tahap penyelidikan.
"Itukan (pemeriksaan 4 ajudan Nurhadi) nanti dalam rangka pengembangan kasus kan, karena yang pertama sudah naik kan, nanti tinggal yang kedua kan nanti penyidik kapan memerlukan (keterangan keempat ajudan Nurhadi)," tukasnya.
KPK sudah mengantongi beberapa dokumen dan uang Rp1.7 miliar yang diduga milik Nurhadi. Tidak hanya itu KPK juga diduga sudah memiliki banyak bukti petunjuk lain baik dalam kaitan dengan suap Edy Nasution maupun dugaan praktik korupsi lain sehingga dalam penanganannya diduga mengantongi lebih dari satu dugaan korupsi. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved