Kemenkumham Dapat Hibah Software Alat Pengawasan Buat Lapas

Achmad Zulfikar Fazli
20/8/2016 22:36
Kemenkumham Dapat Hibah Software Alat Pengawasan Buat Lapas
(MI/Susanto)

KEMENTERIAN Hukum dan HAM mendapatkan hibah sistem alat pengawasan dan keamanan dalam bentuk software (perangkat lunak) tiga dimensi dari Forseaa. Sistem ini bakal dipasang untuk memperketat pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan.

Namun, proyek sistem itu baru diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang sebagai pilot project. Sistem yang dihibahkan Forseaa kepada Kementerian Hukum dan HAM ini senilai US$780.

"Ini sebagai pilot project sistem survaillance kita, itu nanti yang sangat canggih (sistem pengamanannya)," kata Menkumham Yasonna Laoly di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (20/8).

Dengan sistem itu, selain melakukan finger print, pengunjung juga bakal diberikan dua kartu akses untuk masuk dan keluar lapas. Hal itu untuk mendata jumlah pengunjung yang masuk ke dalam lapas.

"Sistemnya ini mendeteksi banyak tamu yang masuk," ujar dia.

Selain itu, sistem ini juga menyediakan alat pendeteksi kemungkinan terjadinya kerusuhan di dalam Lapas. Juga, mengawasi tahanan berdasarkan identitas wajah.

"Kalau di blok-blok sudah bermunculan prilaku, adrenalin juga emosi, langsung bisa ditangkap oleh alat kita. Ini sangat canggih," kata dia.

Yasonna mengatakan, alat itu juga mampu mendeteksi jika ada alat telekomunikasi yang dibawa ke dalam lapas. Hal itu untuk mencegah maraknya telepon gengam di dalam lapas.

Tidak hanya itu, Yasonna menambahkan, petugas lapas juga dapat terdeteksi saat berada di dalam lapas. Dengan pengawasan ini, Kalapas dapat memonitor kerja para bawahannya.

"Jadi nanti terlihat keliling enggak dia. Berapa kali keliling dia satu hari tugas. Dia terdeteksi. Kalau tidak, dia tidak terdeteksi. Ini sangat canggih yang mau kita terapkan di semua Lapas," tandas dia.

Jika sistem yang telah berjalan satu bulan di Lapas Cipinang ini berhasil, ia berharap dapat menerapkan sistem ini kepada seluruh lapas di Indonesia.

"Nanti kalau ada uang kita terapkan di mana-mana," pungkas dia. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya