Kerja Sama KPK dan Polri Saling Menguntungkan

Cahya Mulyana
20/8/2016 18:10
Kerja Sama KPK dan Polri Saling Menguntungkan
(ANTARA)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera mendapatkan suntikan penyidik baru dari kepolisian untuk bisa mengoptimalkan penindakan tindak pidana luar biasa, korupsi.

Kepolisian pun akan mendapatkan manfaat dari kerja sama itu dengan masuknya budaya baik KPK untuk percepat reformasi organisasi kepolisian.

"Saya menceritakan (ke Kapolri) SDM seperti kuantitas penyidik KPK sampai 2016 yang kekurangannya seperti apa, dan untuk 2017 seperti apa. Karena akan ada keinginan kita mulai 2017 itu ada beberapa perwakilan (KPK di daerah)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo, di sela acara temu media bertajuk jurnalis lawan korupsi di Sukabumi, Sabtu (20/8).

Ia mengatakan lembaga antirasywah yang dipimpinnya itu terkendala kekuatan membongkar korupsi. Karenanya, KPK meminta tambahan penyidik untuk memaksimalkan penanganan kasus.

Penyidik berperan penting dalam tubuh lembaga yang berdiri sejak 2003 itu seperti dalam tugas operasi tangkap tangan (OTT) selanjutnya serta pengembangan kasus yang lebih komprehensif.

Saat ini, penyidik KPK hanya sekitar 72 orang itu pun setelah pada tahun ini terpilih 9 orang penyidik kepolisian ke KPK dari 70 orang penyidik yang direkomendasikan kepolisian.

"Apabila SDM, penyidik, bisa dipenuhi (kebutuhan 200 penyidik) dampaknya OTT juga gak kendor. Kemudian bisa bangun kasus baru (melalui penyelidikan)," ungkapnya.

Pada kesempatan sama, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menambahkan pemberantasan korupsi akan jauh lebih maksimal dengan dukungan SDM yang memadai.

Pasalnya, kekurangan penyidik khususnya menjadi hambatan karena tidak bisa menangani banyaknya perkara korupsi di KPK lebih cepat dan kondisi saat ini satu penyidik bisa menangani 2 sampai 4 perkara secara bersamaan.

"Maka kita harapkan bisa dapat tambahan sekitar 128 penyidik lagi untuk bisa dapatkan personil penyidik 200 orang untuk menutupi tugas-tugas supaya bisa lebih cepat," katanya.

KPK, lanjut dia, sudah berkoordinasi dengan kepolisian seperti pada Jumat, (19/8) langsung membicarakannya dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Hal itu pun disambut baik oleh pemimpin tertinggi di jajaran kepolisian itu sehingga tinggal menunggu waktu kekuatan KPK akan segera optimal.

Sebelumnya, usai bertemu dengan Ketua KPK Agus Rahardjo dan jajaran KPK lainnya, Tito mengungkapkan akan mendukung KPK dalam pemberantasan korupsi. Hal itu seperti menambah kekuatan SDM KPK serta program meningkatkan kerja sama kedua lembaga melalui program pemberantasan dan pencegahan korupsi.

"Nanti kirim lagi berapa banyak, seratusan orang di sini mereka nantinya akan bantu KPK tangani korupsi, dan tentu akan terpengaruh budaya organisasi budaya yang baik, perbaiki lagi, menjadi agent of change (ketika kembali ke kepolisian)," papar Tito di Gedung KPK, Jumat (19/8).

Menurutnya, Polri dan KPK sudah sepakat bersama berada di garis depan untuk makin mensinergikan koordinasi kerja sama dalam rangka untuk berantas dan cegah koruspi.

Oleh sebab itu, kedua institusi sepakat juga untuk saling menyempurnakan kekurangan yang ada dimasing-masing lembaga seperti KPK akan ditambah kekurangan penyidik dari kepolisian dan sebalinya KPK akan bantu kepolisian untuk bisa sempurnakan reformasi di tubuh korps bhayangkara.

"Kemudian di antaranya kelebihan KPK ini selain masalah anggaran kultur yang sudah sangat baik internalnya sekaligus posisi politiknya kuat. Di sisi lain polri ini kelemahannya di bidang anggaran kemudian budaya organisasinya masih yang perlu diperbaiki karena besar dan ketiga kelebihannya polri jaringannya luas sekali sampai kemana-mana karena SDMnya banyak sekitar 430 ribu,"ujaranya.

Tito menambahkan budaya yang baik di KPK menjadi manfaat besar untuk kepolisian dalam rangka mempercepat reformasi organisasi dan budaya di tubuh polri.

Seperti biasa dan akan terus dilakukan setiap anggota kepolisian yang sudah bertugas di KPK akan ditempatkan pada posisi penting yang diharapkan dampaknya akan menularkan serta memperbaiki budaya.

"Kemudian yang kedua adik-adik yang polisi yang masuk di sini, kita harapkan mereka nantinya menjadi candra dimuka karena budaya baik organisasi di sini (KPK). Ketika mereka balik ke polisi menjadi agent of change dan kita akan tempatkan pada posisi-posisi penting yang strategis yang rawan koruspi supaya mereka melakukan perubahan," janjinya.

Upaya lain, lanjut dia, kepolisian akan meminta bantuan KPK untuk lakukan kampanye budaya baik, bersih dan anti korupsi di lingkungan kepolisian.

"Kita minta KPK memeberikan pengarahan-pengarahan pada komunitas polisi termasuk istri-istri polisi, lulusan PTIK, lulusan Akpol, kita lakukan sosialisasi bersama di lingkungan kepolisian juga kita diminta semua jajaran. Jadi kalau ada apa sosialisasi tentang pencegahan korupsi misalnya di Padang, Sumbar, masuk juga ke kantor polisi di sana kita minta memberikn pengarahan kepada mereka," jelasnya.

Kepolisian Dorong KPK Sumpel Kebocoran Anggaran

Tito juga mengungkapkan institusinya siap dan akan terus mendorong KPK memberantas korupsi yang khususnya berdampak besar bagi kehidupan bernegara.

Itu seperti mengungkap korupsi dan membenahi sistem dari kebocoran anggaran. Kepolisian akan back up itu semua karena kebocoran anggaran yang terjadi karena korupsi jauh berdampak sistemik dan harus mejadi perhatian KPK.

"Kita prioritaskan kepada bukan hanya sektor pengeluaran uang negara jadi kerugian negara terhadap pengeluaran seperti kebocoran-kebocoran instansi di daerah dan kami juga sepakat mendukung pemerintah untuk tingkatkan pendapatan negara. Terutama itu dari kebocoran-kebocoran di sektor penerimaan negara misalnya pajak, bea cukai, BUMN dan lain lain," katanya.

Menurutnya, kepolisian dengan KPK bekerja sama dalam penindakan dan pencegahan kebocoran anggaran tersebut supaya penerimaan negara bisa naik.

"Itu kita harapkan, nanti kita juga sepakat untuk lakukan joint investigation, bersama dalam beberapa kasus tertentu yang kita anggap penting kita perlu bekerjasama KPK punya kelebihan image sangat positif, kekuatan dan keweangan yang kuat dan kita siap mendukung," jelasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya