Isu Reshuffle Meredup Lagi

Astri Novaria
11/8/2015 00:00
Isu Reshuffle Meredup Lagi
(MI/PANCA SYURKANI)
BELUM genap sepekan sejak didorong akhir pekan lalu, isu reshuffle kabinet kembali meredup.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Andreas Pariera mengatakan partainya sudah memberikan usul kepada Presiden Joko Widodo untuk merombak kabinet.

"Semua sudah (disampaikan). Seluruh menteri kan juga sudah melaporkan kinerja. Namun, itu tinggal Pak Jokowi yang menentukan," ujar Andreas saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan para pemimpin partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Istana Merdeka pada Kamis (6/7) malam. Namun, sejak itu hingga tadi malam tidak ada tindak lanjut dari pembicaraan mengenai hal tersebut.

Menurut Andreas, perombakan kabinet itu lebih cepat lebih baik untuk dilakukan karena kinerja beberapa menteri selama ini dianggap kurang baik, khususnya pada sejumlah kementerian bidang ekonomi yang terus mendapat sorotan. Akan tetapi, hingga kemarin, belum ada tanda-tanda Presiden akan mengambil langkah tersebut meskipun kepastian mengenai hal itu telah dinantikan oleh banyak kalangan.

Ekonom senior

Wakil Ketua Fraksi NasDem di DPR Johnny G Plate tetap berkeyakinan reshuffle akan dilakukan dalam waktu dekat. "Dalam waktu dekat mungkin reshuffle, siapa saja tergantung Presiden," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Meski menolak menyebut nama, Johnny bahkan mengatakan ada ekonom senior yang bakal bergabung dalam kabinet. "Nanti saja setelah lebih definite, mudah-mudahan ada ekonom senior juga bergabung di kabinet," terangnya.

Dalam pidato di acara Peringatan 38 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di Jakarta, kemarin, Presiden Jokowi memang sempat menyebut-nyebut bahwa ia tidak ragu untuk menegur bahkan mengganti para pejabat mulai BUMN hingga menteri jika berkinerja kurang baik. Namun, pernyataan Jokowi itu konteksnya tidak terkait dengan isu reshuffle yang sempat kembali menghangat belakangan ini.

Jokowi mengungkapkan hal itu terkait dengan pembangunan infrastruktur. Ia mengatakan akan selalu mengawasi setiap proyek. Jika pembangunannya tidak mengalami kemajuan, manajemen BUMN atau menteri terkait akan ditegur, bahkan jika perlu diganti.

"Proyek itu akan selalu dikontrol dan diawasi. Jadi kalau ada menteri yang ground breaking, jangan kaget kalau saya akan memeriksa setelah dua bulan kemudian. Kalau progres tidak benar, akan saya tegur. Kalau karena manajemen BUMN kurang baik atau karena menterinya, ya diganti direksinya. Kalau menterinya, ya diganti menterinya," kata Presiden.

Namun, Kepala Negara menegaskan ia belum mendapati proyek yang berjalan lambat. Proses kemajuan yang sedang dibangun masih sesuai target. Presiden juga menyampaikan penyerapan belanja modal dan barang pada semester kedua tahun ini akan maksimal. (Nur/Ant/X-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya