PERPANJANGAN masa pendaftaran calon kepala daerah di tujuh daerah yang terdapat calon tunggal belum membuahkan hasil maksimal. Dari tujuh kepala daerah, baru Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, yang menerima pendaftaran pasangan calon pada hari kedua.
Gabungan partai PDIP-Hanura mengajukan calon Bambang Soesanto yang bepasangan dengan Sri Retno Dhewanti. "KPU Pacitan telah menerima pendaftaran mereka," ungkap komisioner Komisi Pemilihan Umum Hadar Nafis Gumay di Gedung KPU Pusat, Jakarta, kemarin.
Untuk enam daerah tersisa, lanjutnya, masih menunggu hingga masa perpanjangan pendaftaran yang berakhir hari ini pukul 16.00 waktu setempat. Keenam daerah itu ialah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Blitar, Kota Mata-ram, Kota Samarinda, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kota Surabaya.
Selain di Pacitan, di Surabaya juga bakal bertambah pasangan calonnya sehingga pasangan Tri Rismaharini-Wisnu Sakti Buana tidak lagi melenggang tanpa lawan. "Partai Demokrat (PD) akan mengusung calon sendiri di pilkada Surabaya," kata Ketua DPD PD Jatim Soekarwo, kemarin.
Gubernur Jatim itu tak membantah bahwa nama Rasiyo, mantan Sekda Jatim, ialah salah satu nama calon wali kota. Untuk wakilnya, jelas dia, akan diambil dari calon yang direkomendasikan Partai Amanat Nasional.
Terkait dengan calon tunggal, KPU bergeming. "Jika masih terdapat satu calon, tahapan pilkada ditunda hingga 2017," ungkap komisioner KPU Pusat Ferry Kurnia di Tasikmalaya, Jawa Barat, kemarin.
Di lain pihak, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengaku sudah menyiapkan draf peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu). "Draf sudah ada. Sudah disiapkan," kata Yasonna di Jakarta, kemarin.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah opsi, antara lain, pilkada ditunda hingga 2017, metode bumbung kosong seperti pemilihan kepala desa, dan perppu sebagai solusi terakhir.