Presiden Bersyukur Kualitas Lembaga Peradilan Meningkat

Basuki Eka Purnama
17/8/2016 02:46
Presiden Bersyukur Kualitas Lembaga Peradilan Meningkat
(MI/MOHAMAD IRFAN)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) bersyukur atas peningkatan kualitas lembaga peradilan dan penegakan hukum di Indonesia di hadapan sidang tahunan MPR RI.

Presiden Jokowi di Gedung DPR/MPR RI Senayan, Jakarta, Selasa (16/8), mengaku bersyukur lembaga penegakan hukum Indonesia seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Komisi Yudisial terus berbenah diri.

Produktivitas memutus perkara di Mahkamah Agung misalnya, tercatat hingga akhir 2015 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Mahkamah Agung. Demikian pula dengan sisa perkara, hingga akhir 2015 juga tercatat sebagai yang terendah dalam sejarah.

"Dari sisi waktu, sekitar 12 ribu perkara atau 82 persen diputus oleh Mahkamah Agung sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan, yakni kurang dari tiga bulan," kata Presiden.

Selain itu, informasi mengenai penanganan perkara pada empat lingkungan peradilan di Indonesia kini dapat diakses secara daring (online) melalui laman (website) masing-masing pengadilan.

Presiden juga menyampaikan sistem peradilan pidana terpadu yang berbasis teknologi informasi sedang dikembangkan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo juga mengapresiasi dan membanggakan peningkatan kinerja serta sejumlah terobosan yang dilakukan sejumlah lembaga negara.

Terobosan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan merupakan salah satu di antaranya. Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis aktual disebutnya dapat meningkatkan transparansi laporan keuangan pemerintah.

"Selama setahun lebih penerapan standar itu, informasi mengenai pertanggungjawaban pelaksanaan APBN pada laporan keuangan pemerintah tersajikan secara lebih transparan dan akuntabel," kata Presiden.

Presiden juga berterima kasih atas partisipasi aktif pihak Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang terkait peningkatan kualitas pemilihan kepala daerah, percepatan pembangunan perbatasan negara, serta perlindungan sosial.

"Kita juga berikan apresiasi atas komitmen DPD dalam mendukung kebijakan amnesti pajak, penguatan Bank Pembangunan Daerah, dan pengembangan koperasi," ujarnya.

Saat menutup pidatonya, Presiden Joko Widodo mengajak para pimpinan dan anggota lembaga negara untuk terus bersinergi, terus mendengar kritik masyarakat, dan terus memperbaiki diri agar semakin dipercaya oleh rakyat.

"Marilah kita jadikan peringatan Hari Ulang Tahun ke-71 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai inspirasi kita untuk memenangkan persaingan, untuk memenangkan kemanusiaan, untuk meraih kemajuan bersama. Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila!"

Tampak hadir dalam acara tersebut Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11 Boediono, istri Presiden Republik Indonesia ke-4 Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, dan para pimpinan lembaga negara. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya