Tim Independen Segera Temui PPATK Bahas Aliran Dana Freddy Budiman

Damar Iradat
16/8/2016 22:39
Tim Independen Segera Temui PPATK Bahas Aliran Dana Freddy Budiman
(ANTARA/IDHAD ZAKARIA)

TIM Pencari Fakta (TPF) independen untuk mengungkap testimoni terpidana mati Freddy Budiman kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar dalam waktu dekat berencana bertemu dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Tim telah menyiapkan segudang pertanyaan dan matriks yang akan disampaikan saat bertemu dengan PPATK," jelas Anggota TPF Effendi Ghazali di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (16/8).

Namun, Effendi belum dapat memastikan kapan pertemuan tersebut bakal digelar. Sebab, TPF, kata dia, masih harus bekerja mendalami fakta-fakta yang ada selama satu bulan ke depan.

Kepala PPATK Muhammad Yusuf, sebut Effendi, pagi tadi juga sudah menemui Kapolri Jendral Tito Karnavian. Namun, pakar komunikasi Universitas Indonesia ini tidak tahu secara detil pertemuan antara Tito dan Yusuf.

Sementara itu, sekembalinya dari Nusa Kambangan, TPF juga telah mengantongi fakta-fakta tentang pertemuan antara Freddy Budiman dengan Haris Azhar di Nusa Kambangan. Nantinya, detail dari fakta-fakta tersebut akan diteliti lebih jauh.

Sedangkan, soal pertemuan TPF dengan adik Freddy Budiman, Johnny Suhendra alias Latief beberapa waktu lalu di Rutan Salemba, Effendi tidak dapat menjelaskan hasil pertemuan tersebut. Effendi hanya bisa menuturkan soal pleidoi Freddy Budiman.

"Kan itu harus dapat persis pleidoinya seperti apa, tidak hanya dari salinan-salinan yang ada. Ada rekaman tidak saat di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, misal apa Freddy Budiman menyampaikan persis seperti (yang disampaikan kepada) Haris tidak, tapi ini belum tentu ada pleidoinya dan belum tentu disampaikan di pengadilan," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala PPATK Muhammad Yusuf mengungkap jika PPATK telah menemukan aliran dana ratusan rupiah dari seorang gembong narkoba yang diduga memiliki hubungan dengan Freddy Budiman. Temuan itu juga telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional.

Sementara itu, Kepala Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari mengatakan, data tersebut sudah dikantongi BNN. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, aliran dana mencurigakan tersebut tidak mengalir pada jaringan narkoba milik Freddy Budiman.

"Memang sudah lama (diberikan PPATK). Tapi, Rp3,7 triliun itu milik jaringan Pony Chandra, bukan terkait Freddy Budiman," tegas Arman, Senin (15/8). (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya