Presiden Apresisasi Dukungan Sejumlah Lembaga Negara

Basuki Eka Purnama
16/8/2016 15:22
Presiden Apresisasi Dukungan Sejumlah Lembaga Negara
(ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dukungan dan kinerja sejumlah lembaga negara sekaligus mengajak mereka untuk bersinergi dan saling memperbaiki diri.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu pada pidato kenegaraan dalam sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia 2016. Sidang yang dibuka oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut digelar di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, sekitar pukul 09.00 WIB pada Selasa (16/8).

Mengawali pidatonya, Presiden Joko Widodo berterima kasih atas kerja sama yang telah ditunjukkan semua pihak dalam mendukung pemerintah untuk menjalankan amanah rakyat.

"Kegotongroyongan, kekompakan, dan kerja sama yang baik selama ini telah memperlancar upaya kita menjalankan amanah rakyat," ujar Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden mengingatkan tentang era persaingan global yang saat ini sedang dihadapi Indonesia.

Presiden menyebut kondisi persaingan yang saat ini dihadapi begitu sengit dan luar biasa kerasnya.

"Untuk memenangkan kompetisi, kita harus berani keluar dari zona nyaman. Kita harus kreatif, optimis, bahu membahu, dan melakukan terobosan-terobosan," tambahnya.

Kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial merupakan tiga masalah utama bangsa Indonesia yang disinggung oleh Presiden Joko Widodo.

Langkah terobosan, kecepatan kerja, dan lembaga-lembaga negara yang kuat dan efektif disebut Presiden sebagai modal bangsa untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Oleh karena itu, Presiden memuji gagasan yang ditawarkan MPR untuk mengkaji sistem perencanaan pembangunan nasional jangka panjang.

"Dalam era kompetisi global sekarang ini, kajian seperti itu kita harapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terintegrasi, berwawasan ke depan, dan berkesinambungan," katanya.

Presiden Joko Widodo tak lupa untuk mengapresiasi kinerja Dewan Perwakilan Rakyat.

Dirinya menyampaikan, 2016 ini, DPR bersama-sama dengan pemerintah telah menyelesaikan 10 Rancangan Undang-Undang (RUU) untuk disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

"Dalam pelaksanaan fungsi legislasi, kita menyadari yang penting bukan banyaknya Rancangan Undang-Undang yang disahkan menjadi Undang-Undang, tetapi kualitas dan manfaat dari Undang-Undang itu bagi rakyat," terang Presiden.

Lebih lanjut, Presiden menerangkan bahwa saat ini pemerintah dan DPR sedang membahas RUU mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2017.

Presiden pun memastikan bahwa pemerintah akan menyusun anggaran tahun 2017 dengan cermat dan memprioritaskan peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Anggaran itu harus mengikuti program prioritas. Tidak boleh lagi sekadar dibagi rata ke unit-unit kerja," imbuhnya. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya