Haedar Ajak Lawan Korupsi

Adi/LN/X-10
08/8/2015 00:00
Haedar Ajak Lawan Korupsi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir memberi sambutan pada penutupan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Kampus Unismuh, Makassar.(ANTARA/Yusran Uccang)

TIDAK hanya suksesi kepemimpinan dengan terpilihnya Haedar Nashir secara demokratis, Muktamar Ke-47 Muhammadiyah juga menghasilkan 13 rekomendasi yang mencakup aspek keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal bagi bangsa Indonesia.

Terkait dengan aspek kebangsaan, Muhammadiyah mengajak bangsa Indonesia melakukan gerakan berjemaah melawan korupsi untuk terciptanya good governance dan reformasi birokrasi.

Muhammadiyah menilai korupsi sebagai kejahatan yang sangat serius dan harus segera diberantas. Menurut Haedar, pemberantasan korupsi bisa dilakukan dengan banyak cara.

"Misalnya, memberikan sanksi sosial bagi koruptor, memulai hidup bersih tanpa korupsi dimulai dari diri sendiri dan rumah kita, membenahi transparansi dan akuntabilitas, serta mendorong gerakan berjemaah melawan korupsi," tegasnya seusai penutupan Muktamar Muhammadiyah di Makassar, kemarin.

Selain gerakan berjemaah melawan korupsi, Muhammadiyah merekomendasikan gerakan toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Muhammadiyah tidak ingin lagi adanya aroma dendam, saling menghakimi dan melakukan kekerasan antarumat beragama dengan berbagai tuduhan apa pun, baik kafir, liberal, atau lainnya.

"Ini terkait keumatan, kita memperluas area dakwah bersama kekuatan dan kelompok agama lain agar agama dihayati dalam substansi sehingga melahirkan kesalehan untuk berperilaku damai, cerdas, toleran, dan kemudian konstruktif," kata Haedar.

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menutup muktamar, kemarin, mengharapkan Muhammadiyah bisa mengembangkan lagi dunia usaha untuk menyejahterakan bangsa.

Sebelum menutup Muktamar Muhammadiyah, JK juga sempat berbicara dalam sidang pleno muktamar ke-47 satu abad Aisyiyah.

Dalam forum itu, JK menyinggung peran keluarga, terutama kaum ibu, dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.

"Teknologi mengubah segalanya, tetapi esensi yang utama tetap keluarga," tandas JK.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya