Patroli Maritim Trilateral Dinilai Efektif

Basuki Eka Purnama
11/8/2016 13:56
Patroli Maritim Trilateral Dinilai Efektif
(ANTARA FOTO/Eric Ireng)

PENGAMAT terorisme dari Universitas Indonesia Al Chaidar berpendapat bahwa patroli maritim bersama antara Indonesia, Filipina, dan Malaysia yang telah disepakati para menteri pertahanan tiga negara, akan efektif menghadapi tantangan keamanan maritim seperti penculikan awak kapal yang marak terjadi.

Patroli maritim diharapkan dapat menjamin keamanan di kawasan perairan tiga negara, khususnya di Laut Sulu, terhadap ancaman terorisme, kejahatan lintas negara, perdagangan manusia, pengungsi dan perdagangan gelap narkotika.

"Patroli itu akan efektif, meskipun berbiaya tinggi karena wilayah (patroli) yang cukup luas," ujar Chaidar saat dihubungi, Kamis (11/8).

Namun, kata dia, patroli maritim trilateral juga masih memiliki celah karena para perompak Abu Sayyaf, yang merupakan kelompok separatis bersenjata dan berbasis di Mindanao, Filipina, telah memiliki taktik tersendiri untuk menghindar dari patroli keamanan.

"Saya pernah ikut dalam operasi laut kelompok teroris Filipina, jadi memang mereka sangat hafal kapan jadwal patroli, kapan harus menunggu, dan kapan saatnya menyerang," tutur pria yang sering melakukan penelitian tentang terorisme dengan metode observasi partisipasi itu.

Menimbang kelemahan tersebut ditambah fakta bahwa penculikan WNI oleh Abu Sayyaf telah lima kali terjadi sejak Maret lalu, Chaidar menilai bahwa pemerintah sudah saatnya melakukan langkah tegas yakni operasi militer darat.

"Ini sudah pernyataan perang terhadap Indonesia, jadi harus ditanggapi secara serius. Operasi perang jauh lebih masuk akal, kalau negosiasi nanti ada WNI yang diculik lagi," ucap pria berdarah Aceh itu. (Ant/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya