Polisi Masih Dalami Keterangan Terduga Teroris Batam

Lukman Diah Sari
10/8/2016 10:16
Polisi Masih Dalami Keterangan Terduga Teroris Batam
(Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar -- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

DENSUS 88 Antiteror Mabes Polri masih mendalami keterangan tersangka teroris Batam yang diduga bergabung dalam Khitabah Gigih Rahmad atau Khitabah Gonggong Rebus.

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan kelompok itu sulit dimintai keterangan dan masih banyak rahasia yang disembunyikan.

"Kita masih melakukan semaksimal mungkin, apakah ada peralatan lain yang mereka kuasai yang sampai saat ini mereka belum terbuka. Karena kita tahu bahwa menghadapi kelompok-kelompok seperti ini biasanya tidak selalu harus pada saat itu semuanya. Ada sesuatu yang disembunyikan, yang kita masih perlu tunggu dengan mengkonfirmasi terhadap petunjuk-petunjuk lainnya," ucap Boy di Mabes Polri, Selasa (9/8).

Boy mengatakan, terduga tersangka teroris yakni Eka Putra, Rio Syafrido, dan Gigih Rahmat Dewa, masih berada di Batam. Kepolisian masih berupaya mencari informasi termasuk melakukan penggeledahan terhadap kediaman mereka.

"Yang jelas mereka masih tetap berada di Batam. Masih diupayakan langkah-langkah lebih lanjut dari Densus 88 termasuk mencari barang bukti lainnya. Jadi belum berhenti sampai hari ini. jadi proses ini masih dijalankan," ungkapnya.

Polisi telah menggeledah rumah tiga terduga teroris itu. Beberapa barang pun disita. Saat menggeledah kediaman Gigih, Polisi mengamankan uang tunai senilai Rp2 juta.

"Alat panah beserta sasaran sebanyak 1 set, ada bukti catatan, ada kamera 4 unit, passpor atas nama yang bersangkutan, kemudian ada akte kelahiran anak, ada kartu keluarga, dan sejumlah buku tabungan," jelas Boy.

Sementara saat menggeledah kediaman Eka Putra, Polisi menemukan senjata jenis air soft gun yang telah dimodifikasi serupa AK-47. Sedangkan di kediaman Rio, Polisi mendapati satu senapan angin, satu senjata air soft gun, dan perangkat komputer.

"Ini yang juga sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim forensik berkaitan dengan konten-konten percakapan yang bersangkutan bersama dengan kelompok-kelompok mereka. Jadi, belum bisa dikonfirmasi isi dari pemeriksaan notebook," jelas Boy. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya