Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar diminta untuk memberikan bukti konkret atas tulisannya terkait testimoni gembong narkoba Freddy Budiman. Kepala Humas BNN Kombes Slamet Pribadi mengatakan BNN hingga kini masih menunggu bukti tersebut.
"Kalau (Haris Azhar) merasa tidak berwenang untuk membuktikan tolong berikan bukti pendukung tentang informasi yang diberikan atau minimal ada alat dukung yang diberikan yang bisa mendukung dari informasi itu," kata Slamet dalam diskusi dengan topik 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8).
Slamat menuturkan, BNN, saat ini, sudah membentuk tim investigasi dari Inspektorat BNN untuk menelusuri kebenaran tulisan Haris itu.
Kata Slamet, tim yang dipimpin langsung oleh Kepala Inspektorat BNN Irjen Rum Murkal itu saat ini sudah mulai bekerja.
Namun, Slamet mengaku belum mengetahui secara pasti perkembangan kerja dari tim investigasi itu. Hanya, ia sudah mendapat kabar bahwa Rum Murkal telah bertemu dengan Haris untuk mengonfirmasi pernyataannya tersebut.
"Saya belum tahu apa (Haris Azhar) sudah diperiksa atau belum. Tapi dari stafnya bilang sudah diperiksa tapi belum lengkap jadi akan diminta kembali keterangannya," imbuh dia.
Slamet mengatakan Rum Murkal rencananya akan kembali bertemu dengan Haris. Sebab, informasi yang diberikan saat ini masih kurang.
Tim investigasi, kata dia membutuhkan informasi yang lengkap dengan mudah mengungkap kebenaran dari masalah ini.
"Yang penting begini apa yang diinformasikan itu harus konkret siapa berbuat apa, apa diapakan, kapan, di mana dan bagaimana caranya, itu harus jelas," kata dia.
Sebelumnya, Haris melontarkan pernyataan, pada 2014 dirinya pernah bertemu terpidana mati Freddy Budiman di Lapas Nusakambangan. Haris menyebut Freddy sempat bercerita banyak soal keterlibatan oknum polisi dan BNN dalam peredaran narkoba di Indonesia.
Haris juga mengungkapkan ada asupan dana untuk melancarkan peredaran narkoba milik Freddy Budiman sebesar Rp450 miliar untuk BNN serta Rp90 miliar untuk pejabat tertentu di Mabes Polri. (MTVN/OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved