Mantan Petinggi BNN Sesalkan Aksi Haris Azhar

Achmad Zulfikar Fazli
06/8/2016 15:21
Mantan Petinggi BNN Sesalkan Aksi Haris Azhar
(Dok. MI)

MANTAN Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto menyesalkan langkah Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar yang menuliskan testimoni gembong narkoba Freddy Budiman tentang adanya oknum aparat penegak hukum yang mendapat upeti dari Freddy. Pasalnya, Benny menyebut tulisan itu tidak dikonfirmasi kebenarannya.

Benny mengaku kaget saat menerina broadcast tulisan yang disampaikan Haris tentang testimoni Freddy. Namun, saat dilihat secara menyeluruh, Benny menyayangkan tulisan itu ternyata belum terkonfirmasi dengan baik.

"Saya sendiri ketika dapat broadcast itu kaget. Wih, serem amat. Serem dalam arti khususnya yang menyangkut nama BNN. Tapi pertanyaan saya muncul, belum dikonfirmasi kok sudah dibroadcast," kata Benny dalam diskusi dengan topik 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8).

Menurut Benny, Haris seharusnya terlebih dahulu mengonfirmasi kebenaran informasi itu melalui pengacara dan nota keberatan atau pledoi Freddy sebelum menyebarkannya kepada publik.

Terlebih, kata dia, Haris selama ini bekerja berkaitan dengan investigasi untuk mendapatkan data yang akurat.

"Kalau saya, saya akan cek dulu kebenarannya baru saya broadcast," ucap dia.

Sementara anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Aboe Bakar Alhabsyi meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat segera menelusuri informasi yang disampaikan Haris.

Hal itu guna memastikan kebenaran apakah ada oknum penegak hukum yang bermain dalam bisnis haram tersebut.

"Telusuri dengan baik, tidak perlu emosional, tidak perlu berlebihan tapi sesuai dengan penegakan hukum saja," kata Aboe.

Sebelumnya, Haris melontarkan pernyataan, pada 2014 dirinya pernah bertemu terpidana mati Freddy Budiman di Lapas Nusakambangan. Haris menyebut Freddy sempat bercerita banyak soal keterlibatan oknum polisi dan BNN dalam peredaran narkoba di Indonesia.

Haris juga mengungkapkan ada asupan dana untuk melancarkan peredaran narkoba milik Freddy Budiman sebesar Rp450 miliar untuk BNN serta Rp90 miliar untuk pejabat tertentu di Mabes Polri. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya