Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak tersinggung dengan pernyataan Presiden Jokowi terkait besarnya dana simpanan APBD.
Ahok mengatakan berbeda dengan daerah lainnya, Pemprov DKI tidak mendapat transfer Dana Alokasi Umum (DAU). Ia menyebut, dana Pemprov DKI sebesar Rp13,9 triliun yang kini disimpan di perbankan akan digunakan untuk mendanai proyek pembangunan.
"Itu kan cuma ngomong ulang. Kita harus bicara serapan anggaran. Itu yang harus dilihat. Kami, kalau proyek tidak boleh bayar orang langsung. Misalnya, tanggul belum kita bayar, rusun. Enggak mungkin kita bayar," kata Ahok, seusai Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (4/8).
Sebaliknya, kata Ahok, Presiden justru mengritik kepala daerah lainnya, yang tidak memanfaatkan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembangunan. DAU yang ditransfer pemerintah pusat hanya disimpan di perbankan.
"Kalau yang dikritik itu kan adalah daerah penerima DAU. Dana ditransfer tapi tidak digunakan. Kalau kami ?DKI tidak ada DAU. Ada uang yang belum kita keluarkan karena memang proyek kalau belum jadi, belum dibayar," tandasnya.
Sementara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan anggaran daerah yang disimpan di bank sebesar Rp8 triliun akan segera dicairkan. Menurut dia, masih adanya anggaran besar terendap di bank daerah karena pengusaha yang mengerjakan proyek daerah belum mengambil uang yang menjadi hak mereka. Heryawan memastikan pencairan Rp8 triliun ini rampung dalam satu bulan.
"Itu sebentar lagi akan dicairkan untuk tender-tender, bantuan keuangan, dll. Tadi saya telepon langsung (Biro Keuangan Jabar) kan tadi, gimana, dan katanya aman Pak, bulan depan juga selesai," kata Heryawan.
Ia berulang kali menekankan tidak adanya masalah atas terjadinya pengendapan anggaran itu. Dia juga menegaskan tidak ada kendala yang membuat uang belum terserap.
"Nggak ada kendala, nggak ada kendala yang berarti. Yang jelas, Rp8 triliun juga gede anggarannya di Jabar dari total Rp30 triliun. Itu anggaran campuran ada dari pusat ada dari daerah, kebanyakan dana daerah," katanya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved