Presiden Diminta Bentuk Tim Independen Usut Tudingan Freddy Budiman

Astri Novaria
04/8/2016 14:30
Presiden Diminta Bentuk Tim Independen Usut Tudingan Freddy Budiman
(Ist)

PEMERINTAH Indonesia diharapkan segera membentuk tim independen dalam mengusut tuntas testimoni terpidana mati, Freddy Budiman.

Menurut Direktur Eksekutif Respublica Politica Institute (RPI) Benny Sabdo keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba dengan Freddy bukanlah sebuah bualan.

“Pada 2012, ada dua anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, yaitu Aipda Sugito dan Bripka Bahri Afrianto yang menjual barang bukti sabu-sabu kepada Freddy. Mereka berdua sudah divonis dan dipecat,” tegas alumnus Program Pascasarjana Fakultas Hukum UI itu, Kamis (4/8).

Benny mendesak agar presiden segera membentuk tim independen dan ia mengusulkan agar Haris Azhar ditunjuk sebagai ketua tim tersebut.

Menurut Benny, pengakuan Freddy kepada Haris terkait adanya aliran uang hingga Rp450 milliar kepada BNN dan Rp90 milliar kepada pejabat tertentu di Polri serta Bea dan Cukai jelas mengindikasikan ada permasalahan serius dalam penegakan hukum di republik ini.

Ia menandaskan testimoni Freddy ini menguak fakta bahwa pemberantasan narkoba selama ini masih karut marut.

“Perang terhadap narkoba tampaknya masih sebatas slogan,” ungkap Benny.

Benny mengatakan presiden harus serius dan segera membersihkan aparat yang terlibat dalam bisnis haram narkoba tersebut.

“Jika aparat yang seharusnya berperang melawan mafia narkoba saja terlibat, bagaimana barang haram itu dapat diberantas,” pungkasnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya