Granat Ragukan Tudingan Freddy Budiman

Al Abrar
04/8/2016 11:59
Granat Ragukan Tudingan Freddy Budiman
(ANTARA)

KETUA Umum Gerakan Anti Narkotika (Granat) Henry Yosodiningrat menilai kesaksian gembong narkoba Freddy Budiman kepada Koordinator Kontras Haris Azhar diragukan kebenarannya.

Dalam kesaksiannya kepada Haris, Freddy mengaku memberikan upeti kepada oknum Badan Narkotika Nasional dan Mabes Polri sebesar ratusan miliar. Upeti diberikan agar penyelendupan narkoba berjalan mulus.

"Orang yang bercerita adalah sosok Freddy Budiman. orang yang kita tahu sendiri tindak pidana yang dia lakukan, bagaimana jahatnya dia. sehingga bagaimana dia juga sebagai pengguna sudah tingkat berat. Itu bisa ngaco, halusinasi, dan sebagainya," kata Henri saat dihubungi, Kamis (4/8).

Sehingga, lanjut politikus PDIP ini, nyanyian Freddy menimbulkan keraguan publik untuk mempercayai kebenaran pria yang telah dihukum mati pada Sabtu (30/7) dini hari itu.

Yang menjadi pertanyaan, tambah Henri, adalah pengakuan Freddy ini sudah disampaikan 2014 lalu. Namun Haris lebih baru mengungkapkan tudingan Freddy jelang eksekusi.

"Saya enggak bisa menilai bahwa alasan itu tadi kenapa baru sekarang. Kemudian, setelah dikonfirmasi kepada pihak yang dimaksud, ternyata semua menyangkal dan tidak ada buktinya. Kemudian ada hal yang juga enggak masuk akal saya, kalau memang benar adanya, tidak terlalu sulit untuk melihat pada kurun waktu yang disebutkan oleh Freddy apakah benar ada nama ini, orang dari BNN, akan meninggalkan indonesia," ucap anggota DPR ini.

Dia menegaskan, jika memang cerita itu benar. Aparat penegak hukum pasti tidak pandang bulu dalam menindak oknum yang bermain. Namun, jika tidak benar, maka harus dibersihkan nama baik institusi yang disebut Freddy.

"Bahwa baik Polri, TNI, BNN melaporkan itu sah-sah saja," tegasnya. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya