Pengamat: Ahok Masih Berpeluang Diusung PDIP

Christian Dior Simbolon
03/8/2016 19:12
Pengamat: Ahok Masih Berpeluang Diusung PDIP
(MI/Galih Pradipta)

KOALISI besar yang disepakati PDI-Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk menyaingi petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjelang Pilgub 2017 belum nyata. Pasalnya, koalisi tersebut belum direstui di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing-masing partai.

Artinya, peluang Basuki Ahok untuk didukung PDIP dalam Pilgub DKI 2017 masih terbuka lebar. Apalagi, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait kandidat yang bakal diusung parpol berlambang banteng moncong putih itu.

"Ini (koalisi) masih aktivitas politik di tingkat lokal. Belum sah jika belum diputuskan di tingkat DPP. Sejauh ini, Megawati juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan PDIP tidak akan mendukung Ahok," ujar pengamat politik Yunarto Wijaya, Rabu (3/8).

Dikatakan Yunarto, kehadiran PDIP dalam koalisi partai penantang Ahok sangat krusial. PDIP merupakan partai pemenang pemilu dan memiliki 28 kursi di DPRD DKI Jakarta. Peluang koalisi untuk menyaingi Ahok di pentas Pilgub akan berkurang secara signifikan jika PDIP hengkang. "Tanpa PDIP bakal sulit," imbuhnya.

Selain itu, Yunarto mengatakan, koalisi partai penantang Ahok juga butuh figur kuat untuk diusung maju dalam Pilgub 2017. Menurut dia, sosok Sandiaga Uno yang telah direstui Gerindra dan PKS belum cukup mumpuni untuk menyaingi Ahok.

"Hingga kini, dari tren survei, (elektabilitas) Sandiaga masih di bawah dua dijit (10%). Jauh di bawah Ahok. Terkecuali kalau dipasangkan dengan kepala daerah yang sudah teruji semisal (Walikota Surabaya) Risma (Triharini). Pengalaman Pilgub DKI 2012, Jokowi-Ahok bisa menang karena publik percaya pada pengalaman mereka sebagai kepala daerah," katanya.

Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana tak mempersoalkan koalisi besar yang diusung sejumlah parpol untuk menghadang Ahok. Dadang tetap yakin Ahok bisa menang telak di Pilgub DKI Jakarta mendatang.

"Tapi, kita juga tidak meremehkan posisi Sandiaga Uno. Sandiaga adalah lawan yang tetap harus kita perhitungkan," ujarnya.

Kehadiran Sandiaga sebagai salah satu kandidat cagub atau cawagub, lanjut Dadang, bakal membuat kontestasi Pilgub DKI Jakarta kian menarik. "Sandiaga bukan figur yang bermasalah dan saya pikir dia bisa bersaing fair dan mengedepankan demokrasi. Kita berharap akan ada pertarungan sehat di Pilkada DKI nanti," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya