Pengakuan Freddy Budiman Harus Ditelusuri

01/8/2016 13:43
Pengakuan Freddy Budiman Harus Ditelusuri
(Antara/Reno Esnir)

KETUA Setara Institute, Hendardi mengatakan Presiden Jokowi harus memberi perhatian lebih pada pengakuan terpidana mati Freddy Budiman, tentang keterlibatan oknum aparatur negara dalam bisnis narkoba dan hukuman mati bagi pelaku kejahatan narkoba.

"Pengakuan Freddy kepada Koordinator Kontras, Haris Azhar, harus ditelusuri Polri dan Badan Narkotika Nasional," kata Hendardi, Senin (1/8).

Hendardi menyayangkan kelambatan Istana Merdeka dalam menanggapi pengakuan itu sehingga kebenarannya tidak bisa dikonfirmasi secara langsung kepada Budiman, karena yang bersangkutan sudah dieksekusi mati pada Jumat dini hari (29/7) bersama tiga terpidana mati lain.

Hendardi menduga kelambatan Istana Merdeka dalam menanggapi pengakuan itu disebabkan komunikasi yang terhambat atau karena Istana Merdeka tidak menganggap pengakuan itu relevan untuk ditanggapi.

"Meskipun hanya berdasarkan pengakuan Haris, Presiden harus memberikan perhatian karena hal itu menyangkut kemungkinan praktik-praktik kotor institusi negara dalam bisnis narkoba yang kerap ditengarai publik," tuturnya.

Budiman dieksekusi mati di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jumat (29/7) dini hari bersama Seck Osmani (Senegal), Humprey Eijeke (Nigeria), dan Michael Titus (Nigeria). (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya