Pengakuan Freddy Budiman Pintu Masuk Membongkar Mafia Narkoba

Denny S
31/7/2016 14:53
Pengakuan Freddy Budiman Pintu Masuk Membongkar Mafia Narkoba
(ANTARA/M Risyal Hidayat)

INFORMASI adanya testimoni Freddy Budiman yang dilontarkan oleh Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar telah menjadi viral di media sosial.

Rozaq Asyhari, Sekjen Pusat Advokasi Hukum dan HAM (PaHAM) Indonesia mendorong agar penegakhukum memanfaatkan informasi tersebut untuk membongkar mafia hukum yang membantu peredaran narkoba.

"Bisa jadi ini merupakan informasi awal sebagai pintu masuk membongkar mafia hukum yang membantu peredaran narkoba. Informasi dari Haris Azhar seolah menjadi jawaban kenapa selama ini Freddy Budiman bisa mengendalikan peredaran narkoba dari lapas dan bahkan pernah memproduksi narkoba dari dalam lapas. Tentunya itu tidak akan bisa dilakukan tanpa ada yang membantu," papar Rozaq Asyhari, Minggu (31/7).

Lebih lanjut Rozaq Asyhari mendorong agar penegak hukum melakukan pendalaman mengenai dana yang sempat disinggung Freddy Budiman. "Bila uang yang beredar mencapai Rp450 miliar, sangat mungkin untuk ditelusuri. Bila serius mau mengungkap persoalan ini penegak hukum bisa mengajak PPATK untuk melakukan tracking aliran uang dari jaringan Freddy. Apalagi PPATK pernah menemukan transaksi bandar narkoba senilai Rp3,6 trilyun," terangnya.

PaHAM Indonesia menilai hal ini adalah persoalan serius yang harus mendapatkan perhatian dari presiden. "Komitmen anti narkobatidak hanya bisa dibuktikan dengan melakukan eksekusi mati terhadap para bandar narkoba. Lebih dari dari itu oknum penegak hukum, TNI, bea cukai hingga sipiryang turut serta membatu peredaran narkoba juga harus ditindak. Ini kan seperti pagar makan tanaman. karenanya Presiden perlu turun tangan untukmenunjukkan komitmennya dalam memberantas narkoba" ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya