Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
USULAN beberapa partai politik untuk menaikkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) diantaranya Partai NasDem dari 3,5% menjadi 7% disebut hanya salah satu cara dari tiga cara yang bisa dipakai untuk melakukan penyederhanaan parpol di DPR.
Deputi Direktur Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, cara lain yang bisa digunakan selain meningkatkan PT yakni dengan menurunkan jumlah alokasi kursi per daerah pemilihan (dapil) dari 3-10 kursi saat ini, menjadi hanya 3-6 kursi.
Usul penurunan jumlah alokasi kursi per dapil tersebut mendorong parpol untuk bekerja lebih ekstra dalam meraih kursi di dapil yang lebih kecil.
“Semakin besar alokasi kursi per daerah maka semakin tersebar konsentrasi kursi di parlemen kepada banyak partai. Sedangkan semakin kecil alokasi kursi di dapil akan semakin sedikit konsentrasi kursi di parlemen yang diperebutkan sedikit partai,” ujar Khoirunnisa di Sekretariat Bersama Kodifikasi UU Pemilu Jakarta, Minggu (24/7).
Ia menambahkan, peningkatan PT dari 2,5% di pemilu legislatif (Pileg) 2009 menjadi 3,5% di Pileg 2014 tidak berdampak terlalu banyak terhadap penyederhanaan parpol di DPR, pasalnya jumlah partai di DPR justru bertambah dari 9 partai dari hasil Pileg 2009 menjadi 10 partai dari hasil Pileg 2014.
“Karena besaran alokasi kursi dapilya tidak diperkecil, ada 3-10 kursi yang bisa diperebutkan parpol di satu dapil,” tukasnya.
Peneliti Perludem, Heroik Pratama menyebut selain dengan pengurangan jumlah alokasi kursi, penyederhanaan parpol di parlemen juga bisa dilakukan dengan merubah sistem formula penghitungan kursi. Perludem mengusulkan penghitungan kursi dari yang semula menggunakan kuota hare/bilangan pembagi pemilih (BPP) dirubah menjadi formula divisor Saint Lague.
Ia menjelaskan, saat ini penghitungan kursi dengan kuota hare ditentukan berdasarkan jumlah BPP yang ditetapkan, jika partai tidak memenuhi BPP maka akan dibagi berdasarkan ranking jumlah perolehan suara di dapil tersebut sesuai dengan alokasi kursi yang tersedia. Dengan sistem divisor Saint Lague, nantinya suara partai akan dibagi dengan bilangan angka ganjil 1, 3, 5, dan seterusnya sehingga akan menghasilkan jumlah kursi bagi parpol sesuai dengan alokasi kursi yang tersedia.
“Formula penghitungan suara bekerja untuk menciptakan sistem multipartai sederhana tanpa memangkas jumlah parpol di parlemen,” tukasnya.
Berdasarkan simulasi yang dilakukan Perludem dengan menggunakan dua sistem tersebut, terbukti jika jumlah alokasi kursi dikurangi menjadi 3-6 kursi, maka sistem divisor Saint Lague akan menghasilkan jumlah partai yang lolos ke parlemen lebih sedikit yakni 6,6 ketimbang sistem kuota hare yang sebesar 6,8.
“Dari simulasi perolehan suara pileg 2014 dengan alokasi 3-6 kursi dengan sistem Saint Lague, maka akan terdapat konsentrasi kursi di enam parpol untuk mempengaruhi keputusan dengan jumlah parpol di DPR yang sebanyak 10 partai,” jelasnya.
Adapun dengan jumlah alokasi 3-6 kursi, maka jumlah dapil yang ideal menurut Heroik adalah sebanyak 121 dapil. Meskipun hal itu lebih besar dari jumlah dapil saat ini sebanyak 77 dengan alokasi 3-10 kursi, namun luas dapil akan semakin mengecil sehingga masyarakat akan semakin mudah bertemu dengan wakil rakyatnya.
“Kalau sekarang dengan dapil yang luas susah bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya kepada anggota DPR,” kata Heroik. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved