Suhardi Fokus pada Deradikalisasi dan Pencegahan Terorisme

Rudy Polycarpus
20/7/2016 15:25
Suhardi Fokus pada Deradikalisasi dan Pencegahan Terorisme
(MI/PANCA SYURKANI)

KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius menyatakan akan melanjutkan program deradikalisme dan penangkalan radikalisme akan menjadi prioritas utamanya. Menurutnya, dibutuhkan langkah-langkah sistematis dengan melibatkan elemen-elemen masyarakat, seperti LSM, ormas yang punya potensi, termasuk pemimpin komunitas agama.

"Kita akan sentuh semua suprastruktur maupun juga kepada informalnya untuk bisa berkomunikasi, sehingga betul-betul kita punya daya tahan terhadap pemikiran-pemikiran konsep radikal," ujarnya seusai dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kepala BNPT di Istana Negara, Jakarta, (20/7).

Ia menambahkan, tidak mudah menangkal terorisme karena persoalan utamanya ada pada ideologi. Karena itu, ada dua konsep yang akan dipakai BNPT, yaitu deradikalisasi dan anti-radikalisasi. Deradikalisasi ditujukan bagi mereka yang sudah terlibat atau diduga memiliki pemahaman radikal. Sedangkan anti-radikalisasi diarahkan kepada masyarakat yang belum tersentuh ideologi radikal.

"Bagaimanapun juga masalah ideologi, masalah radikal ini tidak mudah untuk mengubah mindsetnya. Oleh sebab itu, konsep persuasif tetap kita laksanakan di samping konsep yang keras untuk masalah penindakan," tandasnya.

Suhardi menjabat Kepala BNPT menggantikan Tito Karnavian yang menjadi Kapolri. Sebelum menjabat sebagai Kepala BNPT, Suhardi menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas). Dia juga pernah menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Jokowi juga melantik Penny Lukito sebagai Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya