Tolikara Dipastikan Segera Pulih

Martinus Solo
27/7/2015 00:00
Tolikara Dipastikan Segera Pulih
(MI/Marcel Kelen)
MENKO Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno optimistis tiga amanat Presiden Joko Widodo dapat mempercepat pemulihan di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua. Tiga amanat tersebut telah disampaikan Tedjo saat bertemu dengan tokoh agama dan masyarakat Papua, Jumat (24/7).

"Presiden menyampaikan tiga hal guna menyelesaikan insiden Tolikara, yakni pembentukan forum komunikasi bersama pemuka agama dan tokoh masyarakat, membangun kembali kios-kios yang rusak, dan penegakan hukum," ujar Tedjo kepada wartawan di Jayapura, kemarin.

Menurutnya, perekonomian Tolikara akan kembali pulih bila kios sudah dibangun. "Bila kios dibangun, dengan sendirinya ekonomi kembali normal. Bila perekonomian sudah kembali normal, dipastikan pemulihan sudah berhasil dilakukan," beber dia.

Mengenai lahan untuk tempat pembangunan kembali kios dan tempat ibadah, menurut Tedjo, pemerintah daerah yang akan mengaturnya. Adapun pemerintah pusat telah menyiapkan dana. "Jika ada kendala, saya optimistis pemerintah daerah bisa secepatnya menyelesaikan," imbuhnya.

Ia menambahkan pemerintah pusat mendukung sepenuhnya proses penegakan hukum bagi yang bersalah. Menurut Tedjo, polisi sudah menetapkan dua tersangka yang diduga terlibat dalam insiden Jumat (17/7). "Dua orang itu kini ditahan," tukasnya.

Kedua tersangka, yakni JW dan AK, ditangkap dan ditahan karena dari keterangan saksi dan rekaman video terungkap keaktifan keduanya terutama saat penyerangan. Para tersangka akan dikenai Pasal 160 dan 170 KUHP dan kini ditahan di Kantor Polda Papua di Jayapura.

Lebih jauh Tedjo mengungkapkan semua pihak di Papua telah menyatakan diri mampu menyelesaikan persoalan Tolikara. Kepastian itu diperolehnya setelah menghadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Papua di Sasana Karya, Kantor Gubernur Papua, Jumat (24/7).

"Dalam pertemuan saya dengan Gubernur Papua dan pihak-pihak berkompeten, termasuk Presiden GIDI, Ketua NU Papua Toni Wanggai, mereka menyatakan mampu menyelesaikan persoalan yang dialami dan mendorong masalah ini agar tidak meluas," kata Tedjo.

Jangan terprovokasi
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia jangan terprovokasi isu-isu dalam media sosial ataupun pesan singkat terkait dengan provokasi insiden kekerasan di Tolikara, Papua.

"Dalam situasi seperti ini, masyarakat jangan terpan-cing isu-isu yang berkembang dalam media sosial atau SMS terkait insiden Tolikara yang sifatnya provokatif," ujarnya.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin meminta kejadian di Tolikara, Papua, tidak kembali terulang. Ia meyakini tindak-an tegas lewat penegakan hukum dapat memberi efek jera dalam insiden intoleransi tersebut.

"Perihal penegakan hukum, sikap kami mendorong Polri untuk bersungguh secara konsisten dan tak pandang bulu. Kami dari ormas keagamaan dari dulu selalu mendesak dapat ditangkap siapa aktor intelektualnya," tegas Presiden Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) itu.

Salah seorang warga Sorong, Papua, John Murib, mendukung tindakan tegas. "Saya minta kasus itu jangan terulang lagi, tindak tegas pelakunya," kata John.(Ant/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya