Menko Polhukam Ungkap Penggunaan Teknologi Canggih untuk Pantau Santoso

Dheri Agriesta
20/7/2016 13:13
Menko Polhukam Ungkap Penggunaan Teknologi Canggih untuk Pantau Santoso
(Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan -- ANTARA FOTO/ Budi Candra Setya)

SATUAN Tugas Operasi Tinombala berhasil melumpuhkan pentolan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur Santoso bersama satu anggotanya saat kontak senjata di Poso, dua hari lalu. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan operasi itu berjalan lancar karena penggunaan teknologi.

Operasi Tinombala telah dilakukan sejak awal tahun. Luhut menjelaskan, operasi itu awalnya didominasi Polri dengan bantuan dari TNI.

Tapi, seiring perjalanan waktu, TNI juga mulai ikut berada di baris depan. Kontak senjata antara anggota Satgas Operasi Tinombala dengan kelompok bersenjata Santoso pun membuahkan hasil.

Anggota Raider yang tergabung dalam operasi berhasil menembak mati dua orang, satu di antaranya adalah Santoso yang menjadi pentolan kelompok bersenjata di hutan Poso itu.

"Operasi ini cukup baik, kami sudah menggunakan teknologi canggih untuk memantau ini," kata Luhut di Kantor Kemenkopolhukan, Rabu (20/7).

Meski begitu, Luhut tidak merinci teknologi yang digunakan dalam operasi ini. Pemerintah akan terus mengembangkan penggunaan teknologi dalam penumpasan kasus terorisme.

Tidak hanya penumpasan kelompok Santoso, pemerintah juga serius untuk memberangus kelompok teroris yang ada di daerah lain. Pemerintah, kata Luhut, tidak main-main dalam kasus ini.

Luhut pun tidak menganggap permasalahan teroris selesai dengan tewasnya Santoso. Pemerintah terus memantau permasalahan ini di daerah lain.

"Di Jawa dan NTB masih ada masalah sendiri. Ini jadi perhatian kita semua," kata Luhut. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya