Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK radikal, teroris, dan kelompok Islamic State, sampai saat ini, masih gencar melakukan propaganda dan rekrutmen melalui berbagai fasilitas dunia maya, baik website, blog, media sosial, dan fasilitas lainnya.
Untuk menghadapi propaganda itu, kalangan generasi muda Indonesia, harus memahami apa sesungguhnya yang dipropagandakan dan jangan sampai tergiur dengan tawaran-tawaran yang mereka sampaikan.
Bahkan, generasi muda indonesia sudah seharusnya mampu untuk melakukan kontra propaganda tersebut.
Hal itu disampaikan Kasubdit Pengawasan dan Kontra Propaganda BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) Kol (Inf) Dadang Hendrayudha, Selasa (19/7).
Dalam acara pembentukan Duta Damai Dunia Maya Indonesia yang diikuti kalangan aktivis teknologi informatika dari berbagai kota di DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Yogyakarta, Dadang mengemukakan pemanfaatan dunia maya oleh kalangan radikal dan teroris itu terlihat dari perkembangan jumlah website teroris.
“Pada 1998 lalu teridentifikasi ada 12 website teroris, dan pada 2003, telah meningkat menjadi 2.650 website. Jumlah itu membengkak menjadi hampir 10 ribu website pada 2014,” kata Dadang.
Menurut dia, para teroris itu sangat gencar membuat propaganda-propaganda dan bahkan telah memanfaatkan berbagai peluang di dunia maya untuk kepentingan mereka.
“Terbukti, para teroris yang menyerang Nice, Prancis beberapa waktu lalu, menggunakan fasilitas chat yang ada pada game online. Tidak lagi memanfaatkan ponsel atau yang jaringan telekomunikasi lain,” katanya.
Kemungkinan, ujarnya, hal itu juga dilakukan oleh pelaku aksi bom bunuh diri di Surakarta yang sempat mengungkap tidak berkomunikasi dengan ponsel.
Lebih lanjut Dadang mengemukakan, menghadapi hal semacam itu, maka generasi muda Indonesia harus membangun kemampuan untuk melalukan kontrapropaganda.
“Baik melalui media sosial, website maupun blog serta fasilitas lainnya, harus muncul banyak tulisan yang menyejukkan, damai dan
memberikan penjelasan yang sebenarnya,” katanya.
Ia mencontohkan jika kemudian muncul pertanyaan tentang jihad, maka di tulisan para Duta Damai Indonesia ini ada pula penjelasan tentang jihad yang sesungguhnya, bukan jihad yang menyesatkan sebagaimana yang diusung para radikalis dan teroris.
Pelatihan di Yogyakarta ini akan berlangsung selama tiga hari. Mereka akan mendapat berbagai masukan dan bimbingan yang akan memberikan kemampuan untuk melakukan kontra propaganda.
“Pematerinya termasuk juga mantan teroris,” tegasnya.
Dadang menambahkan selain di Yogyakarta, kegiatan ini akan dilakukan pula di berbagai kota di Indonesia. Harapannya akan banyak bermunculan tulisan di berbagai dunia maya yang memberikan kontra propaganda karya generasi muda Indonesia ini. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved