Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERMINTAAN maaf Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan atas peristiwa meninggalnya sejumlah pemudik akibat kemacetan parah di Tol Pejagan-Brebes, Jawa Tengah, pada saat arus mudik Lebaran 2016 lalu mendapat apresiasi. Salah satunya dari pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Effendi Gazali.
Menurutnya, publik memuji sikap Menhub yang menyampaikan rasa penyesalan dan permintaan maaf atas peristiwa tersebut. “Kita melihat Pak Jonan hebat. Walau mula-mula ketus, akhirnya dia meminta maaf,” ujar Effendi di Jakarta, Selasa (19/7).
Namun, mengingat penyelenggaraan mudik lebaran menjadi tanggung jawab bersama antara instansi terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) seharusnya permintaan maaf juga dilakukan instansi terkait.
Karena fungsi menyiapkan, memperbaiki, meningkatkan, dan membangun sarana prasarana jalanan serta jembatan untuk menjamin kelancaran lalu lintas angkutan Lebaran, termasuk dalam pengoperasian tol, merupakan tanggung jawab mereka.
“Tidak ada salahnya meminta maaf. Karena itu sebagai bentuk pertanggungjawaban,” tandas Effendi. Hal senada dikatakan sosiolog Arie Sujito. Menurut dia, permintaan maaf dari regulator dan operator jalan tol merupakan sinyal bahwa mereka mengakui kesalahan dan kekeliruan tersebut.
Setelah itu, lanjut sosiolog dari Universitas Gadjah Mada itu, tentunya harus ada respons dari mereka dengan melakukan evaluasi dan pembenahan agar kejadian itu tidak terulang kembali. “Peristiwa ini menjadi ancaman bagi masyarakat yang ingin mudik. Untuk itu, harus ada langkah konkret ataupun investigasi untuk menata jalur mudik,” pintanya.
Evaluasi dan investigasi itu, sambungnya, harus melibatkan regulator dan operator jalan tol. Kemacetan terparah Pemudik yang melewati jalur ‘neraka’ Tol Pejagan- Brebes Timur, terutama mulai H-5 hingga H-3, mengeluhkan soal kemacetan di jalur tersebut.
Peristiwa kemacetan yang luar biasa itu telah menodai penyelanggaran arus mudik Lebaran tahun ini. Mereka menilai peristiwa itu merupakan yang terparah sepanjang penyelenggaraan jalur mudik Lebaran.
Keluhan itu disampaikan Daru Harti, pemudik asal Serang, Banten. Daru yang pada 2000 sering pulang ke kampung halamannya di Malang, Jawa Timur, menghadapi kemacetan parah di jalur itu pada 3 Juli atau H-3 Lebaran.
“Dari Tol Pejagan hingga pintu keluar Tol Brebes Timur macetnya luar biasa. Kami akhirnya berhasil lewat setelah 12 jam,” cerita Daru. Daru pun menyatakan keheranannya mengapa peristiwa kemacetan parah itu bisa terjadi.
Padahal, regulator dan operator jalan tol telah menyiapkan infrastruktur untuk jalur mudik Lebaran tahun ini. Salah satunya dengan mengoperasikan Tol Pejagan-Pemalang Seksi I dan II, yakni dari Pejagan hingga Brebes Timur.
Untungnya, lanjut Daru, pada saat kemacetan itu ia bersama kedua anaknya melakukan serangkaian kegiatan untuk mengusir kebosanan. “Main tebak-tebakan sama anak-anak. Nyanyi bareng. Pokok kegiatan apa pun kami lakukan biar tidak jenuh,” tuturnya.
Keluhan senada juga diungkapkan Mustakim. Pemudik dari Jakarta menuju Pemalang, Jawa Tengah, itu berada di kendaraan pribadinya selama 20 jam pada 3 Juli lalu itu. Padahal, biasanya waktu tempuh perjalanan Jakarta-Pemalang membutuhkan waktu 6 jam. Bahkan, pada mudik tahun lalu saat melalui Tol Cipali, hanya dibutuhkan waktu tempuh selama 7 jam.
“Harus segera dievaluasi agar peristiwa ini tidak terulang lagi. Sudah cukup tahun ini saja sebagai pelajaran yang sangat berharga,” tandasnya, Sementara itu, terlepas dari peristiwa tragis yang terjadi pada jalur ‘neraka’ Tol Brebes Exit (Brexit), peristiwa kecelakaan pada arus mudik Lebaran tahun ini menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Berdasarkan data Korlantas Polri, jumlah total kecelakaan pada tahun ini sebanyak 2.979 kejadian, atau menurun 6% jika dibandingkan tahun lalu dengan 3.172 kejadian.
Korban meninggal sebanyak 558 korban jiwa, atau menurun 20% jika dibanding tahun lalu dengan 694 korban jiwa. Korban luka berat dan luka ringan juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 15% dan 5%. (Bow/S-25)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved