Gerilya Santoso Tamat lewat Tinombala

Golda Eksa
20/7/2016 05:15
Gerilya Santoso Tamat lewat Tinombala
(ANTARA/YUDHI MAHATMA)

Perjalanan Santoso alias Abu Wardah, pemimpin kelompok teroris yang hampir satu dekade bergerilya, tamat lewat Operasi Tinombala. Santoso ialah pria yang paling diburu sejak 2007, setelah terlibat dalam berbagai aksi teror pascakerusuhan horizontal di Poso. Ia punya nama lain Abu Wardah. Santoso merupakan pemimpin kelompok sipil bersenjata yang hampir satu dekade bergerilya melakukan sejumlah teror di Poso, Sulawesi Tengah. Sepak terjangnya tamat setelah sejumlah peluru menembus tubuhnya pada kontak senjata dengan personel Satgas Operasi Tinombala.

Berdasar sejumlah informasi yang dihimpun dari Satgas Operasi Tinombala, pada Senin (18/7) sekitar pukul 16.00 Wita, kelompok personel satgas dengan sandi Alfa 29 yang beranggotakan sembilan orang prajurit Yonif Brigif 9 Divisi 2 Kostrad sedang melaksanakan patroli di sebuah pegunungan sekitar Desa Tambarana yang cukup jauh dari perdesaan.

Tim itu menemukan gubuk dan melihat beberapa orang tidak dikenal sedang mengambil sayur dan ubi untuk menutup jejak. Mereka juga menemukan jejak di sungai dan terlihat tiga orang di sebelah sungai, tapi langsung menghilang. Tim satgas itu kemudian berupaya mendekati orang-orang tak dikenal (OTK) itu dengan senyap. Setelah berada dalam jarak sekitar 30 meter, mereka kemudian terlibat kontak senjata dengan lima OTK selama sekitar 30 menit.

Setelah penyisiran dilakukan seusai baku tembak, ditemukan dua jenazah dan sepucuk senjata api laras panjang, sedangkan tiga OTK lainnya, dua di antaranya perempuan, berhasil melarikan diri. Setelah diidentifikasi, kemarin, Satgas Tinombala memastikan bahwa dua jenazah tersebut Santoso dan Mukhtar. "Dari hasil pemeriksaan identifikasi luar, bahwa hasil kontak tembak kemarin, salah satu korbannya ialah DPO Santoso," kata Komandan Satgas Operasi Tinombala Leo Bona Lubis.

Selain itu, pihaknya menyita barang bukti berupa satu pucuk senjata jenis M16, empat buah magasin, ponsel merek Samsung, empat buah kartu telepon, dan sejumlah alat masak, pakaian, dan tenda. Atas prestasi tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berjanji akan memberikan penaikan pangkat luar biasa kepada prajurit TNI di Satgas Tinombala yang membekuk jaringan kelompok radikal Santoso di Poso.

Kepala BNPT
Presiden Joko Widodo menunjuk Komjen Suhardi Alius sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menggantikan Jenderal Tito Karnavian. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Panjaitan mengatakan upacara pelantikan Suhardi digelar di Istana Negara, hari ini. "Suhardi Alius akan dilantik besok (hari ini) 09.30 WIB," tegas Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/7). Luhut menuturkan penunjukan Suhardi dilakukan atas rekomendasi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Suhardi dinilai memiliki kompetensi dan kredibilitas sebagai Kepala BNPT. (Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya