Anggota Komisi III Minta Jaringan Santoso Tetap Diwaspadai

Micom
19/7/2016 18:46
Anggota Komisi III Minta Jaringan Santoso Tetap Diwaspadai
(ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

ANGGOTA Komisi III DPR Taufiqulhadi mengacungkan jempol kepada Kepolisian RI lewat tim Satgas Operasi Tinombala yang berhasil menewaskan pimpinan jaringan teroris wilayah timur Indonesia Santoso, dalam kontak senjata yang terjadi pada Senin (18/7) kemarin.

"Kita bersyukur, sehingga jaringan terorisme yang saat ini nomor wahid diburu dan dicari oleh Pemerintah Indonesia, bisa dilumpuhkan dengan meninggalnya Santoso," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (19/7).

Walaupun, lanjutnya, sebenarnya jauh menguntungkan apabila Santoso bisa ditangkap hidup-hidup. Karena jika masih hidup, dia akan bisa mengungkapkan banyak informasi terkait jaringan terorisme yang ada, baik global maupun lokal.

Namun demikian, tewasnya Santoso, menurut politikus NasDem ini, belum bisa dikatakan perang terhadap teroris berakhir. Keberadaan anak buah dan sisa-sisa sel jaringan Santoso harus tetap diwaspadai dan mendapatkan pantauan ekstra.

"Karena para kader Santoso ini bisa membangun sel baru di mana saja, bisa pula berubah menjadi agen gerakan radikal internasional dari jaringan yang lain. Lebih berbahaya lagi kalau mereka bisa membangun kamp pelatihan militer," ungkap anggota Komisi Hukum dan HAM DPR ini.

Oleh karena itu, dia menekankan perlunya keberlanjutan program deradikalisasi, terutama terhadap kader-kader Santoso yang masih hidup dan berhasil ditangkap.

"Mereka dapat direhabilitasi. Yang terpenting diperhatikan hak sosial-ekonominya dan dijauhkan dari jaringan terorisme internasional. Kalau mereka mau berkerjasama dan sadar kembali mengakui NKRI, dapat dilanjutkan dengan program afirmative action denganmemberikan dukungan akses ekonomi agar mereka dapat hidup secara layak," tambahnya.

Apalagi, terang legislator Jawa Timur IV ini, selama ini mereka hidup dalam pengembaraan dan pelarian di belantara hutan. Tidak sedikit dari mereka memiliki tanggungan anak-istri yang ditinggalkan di kampung halamannya. (RO/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya