Strategi Lawan Fiktif Cederai Demokrasi

MI/(Pol/TB/DY/X-4)
26/7/2015 00:00
Strategi Lawan Fiktif Cederai Demokrasi
( ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
PEMILIHAN kepala daerah serentak yang berlangsung 9 Desember 2015 berpotensi memunculkan pasangan calon boneka, terutama di daerah yang memiliki petahana kuat. Seperti halnya pemilihan kepala daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang hingga kini baru terdapat satu pasangan tunggal.

Kalaupun nanti terdapat kandidat lain, pasangan tersebut bisa dipastikan sekadar boneka. Satu pasangan calon yang siap mengikuti pertarungan di Sulteng tersebut, ialah Longki Djanggola dan Sudarso. Keduanya petahana. Longki mengaku mengantongi dukungan dari beberapa partai politik sebagai bakal calon Gubernur Sulteng. Dukungan dalam bentuk rekomendasi tersebut berasal dari Partai Gerindra, PBB, dan
PAN.

"Dukungan dari tiga parpol itu sudah melebihi kursi yang kami butuhkan. Jumlahnya 10 kursi. Gerindra 6 kursi, PBB (1), dan PAN 3 kursi, sedangkan kami hanya membutuhkan 9 kursi," kata Longki, kemarin. Menurut Longki, pihaknya masih menunggu dukungan dari Partai Demokrat dan PDIP.

"Kalau rekomendasi Demokrat dan PDIP sudah ada, tambah lagi perolehan kursi kami," ujar Longki yang juga Ketua DPW Gerindra itu. Sejumlah tokoh yang gencar melakukan sosialisasi sebagai kandidat bakal calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, tetapi belum deklarasi ialah Wali Kota Palu Rusdy Mastura dan anggota Komisi V DPR Ahmad HM Ali.

Rusdy yang akan mengakhiri masa jabatan Wali Kota Palu pada September 2015 dilaporkan telah mendapat dukungan dari DPP Golkar pimpinan Agung Laksono. Ahmad HM Ali yang juga Ketua DPW Partai NasDem Sulteng membatalkan niatnya maju dalam pilkada karena MK memutuskan anggota DPR/ DPD/DPRD yang menjadi calon kepala daerah harus mundur.

Sementara itu, hasil rapat KPU terhadap rekapitulasi dukungan calon perseorangan untuk pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel menetapkan dukungan KTP yang diajukan Muhidin-Gusti Farid Hasan Aman kurang 43.294 lembar. "Mereka harus mengganti dua kali lipat," ungkap Ketua KPU Kalsel Samahuddin.

Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel kali ini banyak mendapat sorotan setelah partai besar mendukung calon independen. Hingga kini baru dua pasangan calon yang dipastikan maju dalam pilkada, yaitu Muhiddin-Gusti Farid serta Sabirin-Rudy Resnawan (wakil gubernur saat ini). Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Titi Anggraini mengatakan beberapa petahana terindikasi menyiapkan calon
untuk menjadi lawan fiktif.

"Strategi ini digunakan agar pilkada tidak tertunda. Itu lihainya elite mengakali peraturan, tetapi sekaligus menodai demokrasi," tandas Titi. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan pilkada akan diundur hingga 2017 jika ada daerah yang hanya memiliki sepasang calon tunggal.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya