Pemerintah Harus Segera Berbenah

MI/(FL/P-4)
26/7/2015 00:00
Pemerintah Harus Segera Berbenah
(MI/ANGGA YUNIAR)
KETUA Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh mengkritik kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang terkesan kurang responsif terhadap kondisi perekonomian. Menurutnya, meski baru beberapa bulan, seharusnya pemerintahan Jokowi-JK siap menghadapi semua problem yang muncul, seperti utang luar negeri dan juga persoalan ekonomi yang tidak kunjung kondusif.

"Pemerintah yang sudah masuk tujuh bulan ini kalau tidak siap-siap, akan lebih mabuk," kata Surya Paloh pada acara Pembekalan Kader Partai NasDem Jatim di Surabaya, kemarin. Ditegaskannya, Partai NasDem ingin satu Indonesia yang lebih baik dan Indonesia hebat. Indonesia memiliki modal besar dengan anugerah alam yang melimpah.

Surya Paloh berjanji akan tetap mengkritik pemerintahan Jokowi-JK meski NasDem saat ini masuk ke koalisi pendukung pemerintahan. "Kami akan tetap kritis terhadap pemerintahan yang baru berjalan 7 bulan ini. Namun, kami tidak setuju jika ada yang bilang pemerintah tidak bekerja apa-apa karena pemerintahan masuk saat negara defi sit anggaran," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Surya juga mengajak seluruh kadernya untuk membangun kembali nilai sportivitas dalam berkompetisi yang telah hilang dari napas bangsa ini sehingga membuatnya terpuruk. Nilai sportivitas itu harus dijunjung tinggi, termasuk dalam pemilihan kepala daerah nantinya.

Pada pembekalan kali ini diikuti ribuan kader NasDem Jatim yang datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka juga ialah ketua DPD NasDem Jatim yang baru terpilih. Selain melakukan konsolidasi jelang pilkada serentak, Surya Paloh juga memberi pengarahan khusus kepada 11 pasangan calon kepala daerah di Jatim yang diberi rekomendasi oleh Partai Nasdem.

Ia menyampaikan, di tengah kondisi keadaan seperti ini, para calon kepala daerah memang membutuhkan dukungan dana dan harus ada fee untuk mendapatkan rekomendasi. Namun, dengan tegas, Partai NasDem menentang dari awal, tidak ada fee atau mahar bagi calon kepala daerah untuk mendapatkan rekomendasi.

“Kalau ada (yang meminta fee ke calon kepala daerah), dipecat di tempat. Haramkan itu dan ini sungguh-sungguh sumbangsih menentang kultur yang tidak cocok oleh NasDem,” ujarnya. Di Surabaya, Paloh juga hadir dalam rangkaian aca ra Pra-Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Masjid Al-Akbar.

Dalam acara tersebut, Paloh didaulat menyampaikan gagasan dan konsep cinta Tanah Air dalam perspektif kebangsaan. Ia menyoroti ketertinggalan Indonesia dari bangsa lain, yang menurut Paloh, salah satu faktornya karena mulai berkurangnya kejujuran bangsa. "Bangsa kita tertinggal jawabannya ialah karena mulai hilangnya kejujuran," tukasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya