Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GOLKAR sudah secara resmi mengajukan nama kader mereka untuk duduk di kabinet kepada Presiden Joko Widodo. Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono pun berharap pihaknya mendapat dua kursi. Golkar kabarnya sudah menyetor tiga nama kepada Presiden Jokowi, yaitu Idrus Marham, Cicip Sharif Sutardjo, dan MS Hidayat.
Namun, Jokowi belum menyetujui nama-nama itu. Di luar ketiganya, Jokowi malah menggelar pertemuan dengan tokoh senior Golkar yang pernah menjadi menteri perumahan rakyat dan menteri transmigrasi, Siswono Yudo Husodo.
"Kami yakin bahwa kalau ada reshuffle, meski tidak kami minta, kami yakin Pak Jokowi selaku pemegang hak prerogatif akan memberikan tempat mengakomodasi kader Golkar terbaik yang akan mendapat tempat duduk di kabinet," jelas Agung seusai menghadiri Bunga Rampai 65 Tahun Surya Paloh di kantor Metro TV, Jakarta, kemarin (Senin, 18/7).
Namun, saat ditanya wartawan di Istana Negara, Jakarta, Presiden tidak memberikan penjelasan. Presiden justru tertawa dan terbatuk-batuk saat mendengar pertanyaan soal calon menteri dari Partai Golkar yang dilemparkan wartawan.
Presiden terbatuk-batuk sambil mendekatkan tangan ke mulutnya. Tak lama dia berbalik badan dan meninggalkan wartawan serta langsung masuk ke ruang tengah Istana Merdeka.
Soal reshuffle, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh memastikan NasDem tidak akan terpengaruh. Surya menganggap apa pun keputusan Presiden Joko Widodo harus diterima. Hal itu merupakan konsekuensi dukungan yang diberikan Partai NasDem.
"Apa pun juga, NasDem dari sejak awal mendeklarasikan komitmen pada presiden terpilih, ya memberikan dukungan tanpa syarat. Ya itu dibawa sebagai bagian konsekuensi," kata Surya.
Surya mengatakan NasDem tidak akan mengintervensi keinginan Presiden sebab reshuffle merupakan hak prerogatif presiden. "Tidak ada masalah, mau tambah, mau biasa, mau kurang, ya hak prerogatif presiden," ungkap Surya.
Politikus Partai Golkar yang juga Ketua DPR Ade Komarudin berharap reshuffle kabinet yang isunya belakangan kencang berembus itu akan dieksekusi sebaik-baiknya. Ade menginginkan agar reshuffle tidak perlu dilakukan lagi setelah itu. "Biarlah menteri-menteri itu fokus bekerja," ungkap Ade.
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Golkar itu juga menyerahkan sepenuhnya keputusan reshuffle kabinet pada Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla karena itu hak prerogatif presiden. "Kebutuhan untuk reshuffle segera atau tidak, hanya beliau yang tahu," imbuh Ade.
Ia hanya mengingatkan Presiden untuk memperhatikan aspek ekonomi ketika melakukan perombakan karena kabinet Indonesia sedang menghadapi arus pelemahan perekonomian. (Pol/Fat/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved