Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KPK akan membidik sejumlah anggota Komisi V DPR yang merupakan kolega Damayanti Wisnu Putranti, tersangka suap terkait dengan proyek jalan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pun mengakui sudah memeriksa Muhidin Muhammad Said. Wakil Ketua Komisi V itu diduga memiliki peran kuat dalam pembahasan proyek tersebut.
Fakta itu terkuak dalam persidangan Damayanti, kemarin.
"Sama hal juga yang ada di persidangan tentang jatah proyek terkait dengan Damayanti dkk. Kalau seandainya informasi itu ada tambahan penguatan dengan bukti-bukti yang lain, itu akan ditindaklanjuti KPK," terang Laode.
Laode menjanjikan KPK akan meneruskan ke pengadilan jika ada anggota lain Komisi V dan pihak lain yang ditemukan terbukti kuat terlibat pada kasus itu.
Hal itu merupakan komitmen KPK dalam menangani perkara tersebut tanpa pandang bulu.
"Satu hal yang sudah kami bicarakan dari dulu bahwa kami berlima pernah bilang kalau seandainya suatu kasus itu melibatkan banyak orang, tentu kita harus berbuat adil dan tidak boleh pilih kasih. Tetapi itu harus didukung bukti-bukti yang cukup," ujar Laode.
Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan KPK Priharsa Nugraha menambahkann, Muhidin diperiksa untuk tersangka Budi Supriyanto.
Dalam pemeriksaan kali ini, penyidik akan meminta konfirmasi Muhidin mengenai pertemuan terkait dengan pembahasan anggaran Kementerian PU-Pera tahun anggaran 2016.
"Yang bersangkutan akan dimintai konfirmasi mengenai pertemuan-pertemuan terkait dengan pembahasan anggaran Kementerian PU-Pera baik pertemuan formal di komisi maupun pertemuan informal," katanya.
Muhidin sebelum diperiksa mengelak terlibat dalam pembahasan kasus itu untuk mendapatkan suap.
Ia juga menolak soal adanya kode proyek yang diduga atas sepengetahuannya.
Peran Muhidin mencuat dalam surat tuntutan terhadap Dirut PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir.
Muhidin disebut bersama sejumlah pimpinan Komisi V, seperti Fahri Djemi Francis, Muhidin, Lasarus, Yudi Widiana, dan Michael Wattimena, menggelar pertemuan informal dengan sejumlah pejabat Kemeterian PU-Pera.
Pertemuan itu membahas usul atau program aspirasi anggota Komisi V DPR dalam bentuk proyek-proyek untuk masuk ke APBN 2016.
Pada perkara itu, KPK telah menjerat anggota Komisi V, yakni Damayanti (PDIP), Budi Supriyanto (Golkar), dan Andi Taufan Tiro (PAN).
Tersangka lain ialah Amran Hi Mustary selaku Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IX Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Dirut PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir, Julia Frasetyarini, dan Dessy A Julia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved