Jangan Tergesa Tentukan Sistem Pemilu

Nur Aivanni
18/7/2016 19:13
Jangan Tergesa Tentukan Sistem Pemilu
(MI/Susanto)

DIREKTUR Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menegaskan sistem proporsional terbuka dengan penguatan di dalamnya harus tetap didorong. Untuk itu, ia meminta kepada pemerintah dan DPR sebagai pembentuk UU jangan tergesa-gesa dan harus mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan sistem pemilu apa yang akan ditetapkan dalam pembahasan kodifikasi UU Pemilu nantinya.

"Pemerintah dan DPR harus pertimbangkan baik-baik dalam menentukan sistem proporsional apa yang baik. Dua periode pemilu belum cukup signifikan bahwa sistem proporsional terbuka gagal dalam pemilu kita," jelasnya, Senin (18/7).

Menurutnya, jika bangsa ini belum sungguh-sungguh memperbaiki sistem pemilu yang ada saat ini, maka sistem pemilu apapun yang akan diterapkan akan selalu ada potensi kelemahannya. "Termasuk untuk sistem proporsional tertutup," tambahnya.

Ia pun masih menyangsikan terhadap rekrutmen calon dalam sistem proporsional tertutup bisa berjalan demokratis. Pasalnya, ia belum pernah mendengar bagaimana cara rekrutmen calon tersebut bisa dilakukan secara demokratis dan bisa memutus oligarki elit partai.

"Sistem (proporsional) tertutup menjauhkan pemilih dari wakil-wakilnya. Dan sekarang partai sendiri belum mampu meyakinkan pemilih soal tawaran mekanisme demokratisasi di internal partai yang memadai (terhadap rekrutmen calon), seperti transparansi, berbasis kaderisasi, dan kepemilikan partai oleh anggota. Itu kan belum bisa ditawarkan oleh parpol kita," tuturnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya