KALANGAN Istana membenarkan perihal kedatangan Presiden Joko Widodo ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Rabu (22/7) kemarin. Namun, pertemuan tersebut tidak menyinggung soal kocok ulang kabinet. "Iya halalbihalal didampingi saya. Wajarlah. (Presiden) enggak bahas reshuffle (dengan Megawati)," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.
Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto juga membenarkan Jokowi mendatangi kediaman Megawati. Senada dengan Pratikno, Andi mengaku ikut mendampingi Presiden. Namun, tidak ada pembahasan mengenai perombakan jajaran menteri pada acara halalbihalal itu. "Berkelakar saja dengan banyak orang. Ketawa-ketawa tentang cerita perjalanan Ibu Mega dari Eropa. Saya ada di situ. Halalbihal kali ini sebatas keperluan internal Pak Jokowi sebagai kader PDI Perjuangan, bukan sebagai kepala negara," katanya.
Acara halalbihalal di rumah Megawati diikuti Jokowi setelah ia menggelar halalbihalal dengan para menteri kabinet kerja dan lembaga negara di Istana Negara. Seluruh petinggi PDI Perjuangan dan ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Hebat ikut hadir. Baik Pratikno maupun Andi sama-sama tidak berkomentar apakah Jokowi sudah membahas reshuffle dengan Mega di luar acara halalbihalal.
Wacana penggantian menteri memang mencuat belakangan ini. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutarakan reshuffle perlu dilakukan guna meningkatkan kinerja pemerintah. "Dibutuhkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya," ungkap Kalla, 4 Mei lalu.
Tunggu setahun Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menilai evaluasi para menteri dapat dilakukan setelah pemerintahan berjalan selama setahun karena ada kementerian yang nomenklaturnya berubah. "Perombakan kabinet paling cepat 10 bulan atau optimalnya satu tahun," kata Zulkifli. Ketua Umum DPP PAN itu menilai apabila usia pemerintahan sudah setahun tapi kinerja pemerintahan belum kompak, ada yang salah dalam pemerintahan tersebut.
Hal itu, menurut dia, merupakan momentum bagi Presiden melakukan reshuffle kabinet. "Reshuffle kabinet juga harus dilihat sebagai hal biasa untuk mengoptimalkan kerja," ujarnya. Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo menemui Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan di Kompleks Bina Graha, Jakarta, kemarin.
Keduanya bersilaturahim sekaligus membahas situasi ekonomi terkini. "Situasi ekonomi harus waspada keadaan ekonomi global, dunia. Dengan harga komoditas yang turun, kita harus waspada," ujar dia. Adik kandung mantan calon presiden Prabowo Subianto itu mengatakan secara umum program-program Kabinet Kerja sejauh ini sudah berjalan sesuai dengan jalurnya.
"Banyak program pemerintah yang saya kira bagus. Kita dukung. Tapi sebetulnya pada pembicaraan umum enggak ada perbincangan yang spesifik," tandasnya.