Polri Awasi Komunikasi Teroris di Indonesia dengan Suriah

Budi Ernanto
15/7/2016 18:05
Polri Awasi Komunikasi Teroris di Indonesia dengan Suriah
(AP Photo/Tatan Syuflana)

KEPALA Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian menyatakan pihaknya bakal memperketat pengawasan komunikasi jaringan teroris di Indonesia dengan kelompok yang berada di Suriah. Hal itu dilakukan pascaserangan teror di Nice, tenggara Prancis, yang menewaskan sedikitnya 84 orang.

Menurut Tito, komunikasi jaringan teroris di Indonesia saat ini memang dilakukan dengan Suriah, markas Islamic State (IS). "Karena biasanya ada semacam instruksi yang berhubungan dengan Suriah, seperti kasus di Thamrin (Jakarta) dan Surabaya," kata Tito.

Tito mengatakan intelijen Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri akan berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara (BIN) serta Badan Intelijen Strategis (Bais) yang dikerahkan untuk melakukan pengawasan itu.

Sementara itu, menurut Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi, serangan yang terjadi di Prancis sangat mungkin dilakukan oleh teroris mana pun, termasuk kelompok Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso.

Karena itu, antisipasi terus dilakukan dan juga termasuk kegiatan perburuan melalui Operasi Tinombala. "Personel ada 3.300 orang dari unsur Polri dan TNI. Polri kirim 1.500 dan sisanya dari TNI. Itu cukup banyak untuk kejar 21 orang di kelompok Santoso," kata Rudy. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya