Kemenlu Pantau Perkembangan Serangan di Nice

15/7/2016 10:37
Kemenlu Pantau Perkembangan Serangan di Nice
(AP Photo/Ciaran Fahey)

PEMERINTAH Indonesia mengecam keras serangan teror di Nice, Prancis Selatan yang mengakibatkan sekurangnya 77 orang meninggal dunia dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka. Demikian pernyataan pers dari Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Jumat (15/7).

"Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan tersebut. Pemerintah juga menyampaikan simpati serta duka cita kepada keluarga korban," kata pernyataan pers Kemlu RI.

Serangan tersebut terjadi kerumunan massa yang sedang merayakan "Bastille Day" di Nice, Prancis Selatan. Pelaku menggunakan truk untuk menabrak kerumunan dalam kecepatan tinggi dan diikuti dengan tembakan ke arah massa. Otoritas setempat memperkirakan sedikitnya 80 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menugaskan Konjen RI di Marseille, yang membawahi wilayah Prancis Selatan, untuk memastikan kondisi WNI di wilayah sekitar.

Hasil penelusuran KJRI Marseille sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam serangan teror di Nice itu.

Namun, pihak KJRI Marseille terus melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, melakukan penelusuran ke tempat-tempat perawatan korban serta menghubungi WNI yang tinggal di Nice dan sekitarnya.

Berdasarkan data Kemlu RI, terdapat sekitar 725 WNI di wilayah Prancis Selatan, di antaranya sebanyak 10 keluarga WNI tinggal di Nice dan area sekitarnya. Nice merupakan salah satu tujuan wisata utama di Prancis selama musim panas saat ini.

Bagi para WNI di sekitar Nice dan keluarga WNI di Indonesia yang memerlukan informasi, dapat menghubungi "hotline" KJRI Marseille pada nomor +33618221283 dan "hotline" Direktorat Perlindungan WNI Kemlu pada nomor 081290070027. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya