Seskab: Wajar Lah Presiden Panggil Menteri

Astri Novaria
14/7/2016 19:05
Seskab: Wajar Lah Presiden Panggil Menteri
(ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

ISU perombakan kabinet (reshuffle) kembali santer belakangan ini. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap kali memanggil para menteri alias pembantunya di luar agenda resmi.

Meski demikian, isu itu segera dibantah Sekretaris Kabinet Pramono Anung. "Namanya menteri, pembantu presiden, mau dipanggil kapan saja, kan terserah presiden. Saya tiap hari dipanggil, tidak apa-apa," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/7).

Pramono menjelaskan apabila Presiden Jokowi tidak sedang kunjungan ke daerah, waktunya sering kali digunakan untuk bertemu dengan para menteri.

"Beliau ingin segala persoalan diselesaikan. Apalagi sekarang ini harapan dunia usaha itu cukup membaik," tegasnya.

Adapun hari ini, berdasarkan informasi dari Biro Pers Kepresidenan, agenda presiden ialah internal. Namun, sejak pagi hingga menjelang siang, terlihat sejumlah menteri Kabinet Kerja silih berganti masuk ke Istana.

Mereka yang hadir ialah Menteri Pertanian Amran Sulaiman, kemudian secara berurutan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandy, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

Namun, Presiden Jokowi diketahui menggelar rapat Tim Penilai Akhir (TPA) dengan jajaran menteri dan pemimpin lembaga tersebut.

"Presiden itu kan ketua TPA, saya sekretarisnya untuk 20 jabatan di eselon I dan beberapa jabatan strategis lainnya. Selain itu, memang ada jadwal presiden bertemu dengan para redaktur di bidang ekonomi," pungkasnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya